Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Semen

Kota Bima, Kahaba.- Semen langka dan harga yang melonjak tinggi, tentu akan dirasakan sulit oleh rakyat (Baca. Langka, Harga Semen Melonjak). Pemerintah melalui Dinas terkait diminta untuk segera turun dan mengantisipasi, agar harga bahan-bahan lain tidak ikut melonjak.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syahbuddin

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syahbuddin

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syahbuddin juga mengakui telah mendapat laporan dari masyarakat mengenai kenaikan harga semen. “Beberapa hari kemarin saya sudah dapat laporan. Ini harus segera disikapi, agar rakyat tidak terbebani,” ujarnya, Jumat (31/10).

Menurut dia, harus ada langkah cepat yang mesti ditempuh Pemerintah melalui Dinas terkait. Bila perlu, dalam waktu yang tidak terlalu lama, turun dan cek harga dimasing-masing toko bangunan.

“Harus di Inspeksi Mendadak (Sidak). Karena tidak menutup kemungkinan harga bahan bangunan lain juga akan ikut naik,” sarannya.

Menurut dia, semua harga bahan bangunan sudah memiliki standar harga yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jika harga dijual melampaui ketentuan, maka itu termasuk pelanggaran.

“Kami mendapat laporan jika harga semen sudah mencapai Rp 80–an ribu. Padahal sebelumnya sekitar Rp 50-an ribu saja,” sebut duta Partai Gerindra tersebut.

Apalagi, sambung pria yang biasa disapa Budi itu, menyusul rencana Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tentu akan memantik pedagang untuk lebih awal menaikan harga barang.

“Ini berbahaya jika tidak segera diantisipasi. Harga sengaja dinaikan, dan diikuti oleh kenaikan harga barang lain,” jelasnya.

Demikian pula disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bima, M. Aminurlah, SE. Pemerintah Kabupaten Bima juga harus segera bersikap. Karena maslaah tersebut juga dirasakan oleh rakyat kabupaten Bima. Bila perlu memperingatkan pedagang yang menaikan harga barang seenaknya. “Saran kami segera turun, bila perlu segera bentuk tim dan turun sidak,” sarannya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *