Srikandi DPRD Kota Bima Apresiasi Kinerja Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Dua orang Srikandi DPRD Kota Bima, Selvy Novia Rahmayani dan Hj. Anggriani memberikan apresiasi kepada pihak Polres Bima Kota, yang telah berhasil mengamankan 200 Dus Miras, beberapa waktu lalu. (Baca. Minggu Kedua Ramadan, Polisi Amankan 200 Dus Miras)

Anggota DPRD Kota Bima, Selvy Novia Rahmayani dan Hj. Anggriani. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima, Selvy Novia Rahmayani dan Hj. Anggriani. Foto: Bin

“Upaya ini harus terus dilakukan, demi keamanan dan kenyamanan Kota Bima. Apalagi ini bulan Ramadan, penyakit sosial tidak boleh ada, agar tidak menganggu ibadah Shaum,” ujar Selvy, di ruangan Komisi III, Senin (29/6).

Menurut duta Partai Demokrat itu, di bulan Ramadhan tidak menjamin peredaran Miras berbagai jenis terhenti. Oknum masyarakat atau pedagang tetap saja menjual dan mendistribusikan Miras untuk tetap di konsumsi.

“Seperti penangkapan 200 Miras oleh Polisi beberapa hari kemarin, jumlah itu sangat banyak. Kami minta juga Polisi merazia dengan maksimal, sasar di sejumlah tempat yang terindikasi menjual Miras itu,” katanya.

Kata Selvy, tidak saja Polisi, Pol PP Kota Bima juga harusnya rutin melakukan razia peredaran miras, apalagi di bulan Ramadan. Karena Pemerintah Kota Bima sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengendalian barang haram tersebut.

Senada dengan duta PBB, Hj. Anggriani, dirinya dengan tegas mengatakan siap perang dengan Miras. Karena Miras menjadi salah satu sumber maksiat. “Bulan Ramadan mestinya digunakan untuk menempa diri, bukan malah berbuat maksiat,” sorotnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga tidak tinggal diam. Bila perlu terus membantu polisi dengan memberikan info jika menemukan ada penjualan Miras. Karena aparat tidak bisa berjalan sendiri, tanpa bantuan dari masyarakat.

“Kami sebagai gender yang memiliki dan melahirkan generasi, menyatakan perang terhadap miras, kami tidak ingin generasi penerus rusak karena ini,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *