Pungli Untuk Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional Disorot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebanyak puluhan orang peserta kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional, yang dihelat di Lombok Tengah November 2015 mendatang justeru dibebankan dengan biaya. Peruntukannya pun tidak jelas, Pungutan Liar (Pungli) itu dinilai justeru membebankan peserta.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wakil Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Bima Arief Rachman menyorot adanya pungli senila Rp 350.000,- per peserta. Ia mengaku kaget, saat ada pembina yang bertanya soal penarikan uang per peserta. Untuk mengetahui pasti keluhan pembina, dirinya pun menghubungi beberapa pembina pramuka.

“Ternyata memang benar ada penarikan Rp 350.000,- per peserta yang akan mengikuti perkemahan. Setahu saya, tidak pernah ada rapat Kwarcab Kabupaten Bima yang memutuskan ada penarikan uang dimasud, ini jelas pungli” tuding Arief, Sabtu (15/8).

Tentunya, kata pria yang juga Pelatih Pusdiklatcab Kwarcab Kabupaten Bima itu, penarikan uang yang dilakukan panitia patut dipertanyakan. Sebab peruntukannya pun tidak jelas.

“Saya coba kontak pembina di Kecamatan Monta, Madapangga dan Parado, mereka mengakui memang ada penarikan uang, tetapi tidak jelas untuk digunakan untuk apa. Para pembina yang saya konfirmasi juga tidak menerima surat edaran mengenai penarikan sejumlah uang dimaksud,” katanya.

Hasil penelusuranya, sambung Arief, salah satu peserta didik yang mengikuti seleksi kegiatan tersebut mengaku yang ditarik digunakan untuk membeli tenda. Sementara peserta lain mengatakan buat bayar camp fee dan harus lunas saat kemah di landa bou (Kemah HUT Pramuka yang berlangsung 10 – 14 Agustus 2015,Red).

“Jika untuk membeli tenda jelas itu mengada-ngada. Karena Kwarcab Bima sudah memiliki tenda yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan Nasional. Kecuali tenda yang dipakai selama ini sudah di lego dan dijual,” selorohnya.

Menurut Arief, Pemerintah Kabupaten Bima sudah menganggarkan biaya di APBD sebesar Rp 100 juta per tahun, untuk membiayai kegiatan – kegiatan Kepramukaan yang bersifat Nasional. Tentu, segala keperluan peserta akan ditanggung oleh Kwarcab Bima,. Terkecuali, uang Pramuka di APBD TA 2015 sudah habis.

“Tapi uangnya kan masih ada, jadi tidak perlu mengada – ada minta uang ke peserta didik. Ah, inikan pungli gaya baru. Lagi pula kegiatannya November nanti, masih lama, ko jauh hari peserta sudah dibebankan dengan biaya yang tidak jelas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Bima, Munajab Suhaimin SPd menjelaskan, jumlah peserta yang diberangkatan dari Kabupaten Bima sebanyak 32 orang, ditambah dengan Pembina dan anggota lain, maka dibutuhkan biaya sekitar Rp 87 juta. Sementara uang dari Pemerintah Kabupaten Bima masih tersisa sebanyak Rp 70 juta, dan belum juga cair.

“Uang itu sifatnya kami pinjam kepada peserta sebanyak Rp 150 Ribu, bukan Rp 350 Ribu. Kami pun telah melayangkan surat soal peminjaman uang itu ke masing-masing sekolah peserta. Nanti, uang itu tentu akan diganti,” urainya, Sabtu (15/8)

Dari 32 orang peserta, lanjutnya, baru sebanyak 12 orang peserta yang memberikan uang tersebut. Namun jumlahnya variatif, ada yang Rp 100 Ribu, Rp 150 Ribu juga ada yang menyerahkan Rp 300 Ribu.

“Uang itu untuk sejumlah kebutuhan saat kemah nanti, seperti tenda. Karena tenda, Soundsystem dan Alat Marawis kita sudah tidak diketahui dimana rimbanya,” tuturnya.

Soal sorotan tidak adanya rapat mengenai penarikan uang itu, Munajab mengaku sudah dirapatkan dengan unsur pimpinan. “Intinya, uang itu bukan pungli, tetapi pinjam kepada peserta dan nanti tetap dikembalikan,“ terangnya.

Ia pun menyayangkan sikap Arief yang mempersoalkan masalah tersebut. “Arief Rachman itu, setelah rapat pembina nanti akan kami pecat,” ancamnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ridhoo

    Ah, mengada-ada,, ah gak profesional, masa sekelas Kwarcab minjam,, klo ngasih uang ke peserta wajarrr, ini minjam,, jumlah uang segitu kecilnya minjam, minta dunk ma Pemkabnya,, klo udah ketahuan mo maling, ngelesnya tuh lho gak masuk akal,, klo mo maling pake otak dikit kenapa??? Main cantik lah bro,, jangan kayak begundal2,, lo kan wakil Kwarcab,, di Bima neh, dari sekelas pegawai yang tak berpangkat ampe tingkat pejabat2 sebagaian besar ya emang Begundal,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *