Kecapean, Gubernur Enggan Buka MTQ

Kota Bima, Kahaba.- Hanya karena alasan capek, setelah melawat dari Negara Italia, Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi berhalangan membuka secara resmi pelaksanaan MTQ ke XXVI tingkat NTB yang berlangsung di Kota Bima, Minggu (13/9) malam ini. (Baca. MTQ ke XXVI Tingkat Provinsi NTB di Kota Bima, Resmi Dibuka)

Wagub saat membuka secara resmi MTQ tingkat Provinsi di Kota Bima. Foto: Bin

Wagub saat membuka secara resmi MTQ tingkat Provinsi di Kota Bima. Foto: Bin

Padahal, informasi yang diterima para kuli tinta, sesuai tentative yang sudah lama beredar, orang nomor satu di NTB itu direncanakan untuk membuka MTQ dimaksud.

Akhirnya, pelaksanaan pencarian bakat Qori dan Qoriah yang mewakili NTB ditingkat Nasional itu, didelegasikan pada Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin.

Apa penyebab Tuan Guru Bajang enggan hadir pada gawe tingkat Provinsi tersebut ?, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Fathul Gani yang dikonfirmasi wartawan via seluler, membenarkan Gubernur tidak hadir saat pembukaan MTQ ke-26 yang berlangsung di Kota Bima.

“Gubernur kelelahan setelah melawat ke luar negeri. Kondisinya tidak memungkinkan untuk membuka MTQ,”jelas Fathul.

Ia menampik Gubernur enggan membuka MTQ. Tidak ada sama sekali niat Gubernur untuk tidak hadir di Kota Bima, membuka MTQ. Semata-mata kata Fathul, karena Gubernur baru pulang dari perjalanan jauh dari Negara Italia.

”Itupun diluar dari tentative yang telah dibuat sebelumnya dimana Gubernur yang memastikan membuka MTQ,”elak Kepala Biro Humas.

Tidak itu saja kata Fathul, diwaktu yang sama atau satu dua hari kedepan akan menerima tamu pusat.

Intinya kata Fathul, Wakil Gubernur yang membuka sama halnya. Secara protokoler tetap pimpinan pemerintah provinsi. Bukan karena Gubernur tidak ingin berkunjung ke Kota Bima.

Ditanya apakah Gubernur memiliki waktu untuk menutup MTQ pada Sabtu mendatang ?, Karo Humas Setda Provinsi tersebut, belum bisa memastikan. Ia berusaha semaksimal mungkin mengatur, gubernur yang akan menutupnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *