Dewan Desak Kasek Amoral Dicopot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima didesak segera mencopot Kepala Sekolah (Kasek) SDN Ambalawi berinisial AB, karena oknum diduga kuat telah melakukan tindak amoral terhadap anak di bawah umur. Desakan itu disampaikan Ketua Komisi IV, M. Natsir S.Sos kepada Kahaba, Selasa (15/9) siang via telepon seluler. (Baca. Oknum Kepsek Yang Diduga Setubuhi Pelajar, Ditahan)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M. Natsir S.Sos. Foto: Bin

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M. Natsir S.Sos. Foto: Bin

Menurut Duta PAN ini, oknum kepala sekolah tersebut tidak layak menjadi pendidik, panutan masyarakat dan para siswa sekolah. Justeru keberadaan yang bersangkutan akan mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Sebab menurutnya, pelaku pendidikan adalah sosok yang bisa menjadi teladan bagi lingkungan setempat. Baik lingkungan di luar sekolah, terlebih dalam lingkungan sekolah. Selain itu, setiap derap langkah, tutur kata dan tingkah laku guru akan menjadi cerminan bagi warga di luar dan di dalam sekolah.

“Kami minta Pemerintah Kabupaten Bima mengambil langkah tegas mencopot dan memecat oknum Kasek itu bila terbukti bersalah,” tegasnya.

Natsir berpandangan, tugas pendidik yakni mencerdaskan anak bangsa dan menjamin masa depan generasi bangsa melalui pengetahuan di sekolah. Namun apa yang dilakukan oknum FS itu sudah di luar batas manusiawi sebagai pendidik.

“Perilaku yang ditunjukan oknum itu sangat memalukan bagi dunia pendidikan. Ini tidak bisa dibiarkan, tetapi harus ditindak tegas. Baik secara hukum maupun secara administrasi,” desaknya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus itu dengan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku. Selain sebagai bentuk penegakan hukum, juga untuk memberikan efek jera terhadap pelaku. Sekaligus menjadi pelajaran bagi yang lain.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *