Anggaran Bibit Bawang Bima 2016, Rp 124 Miliar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabupaten Bima akan kembali mendapatkan kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan bibit bawang merah pada Tahun 2016. Tidak tanggung-tanggung, anggarannya bernilai fantastis yakni sebesar Rp.124 Miliar. Puluhan kali lipat dibandingkan Tahun 2015 yang hanya sebesar Rp.18 Miliar.

Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima, M. Tayeb. Foto: Berita11.com

Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima, M. Tayeb. Foto: Berita11.com

“Kita sudah dapat kepastian mengenai anggaran itu dari Pemerintah Pusat, InshaAllah Tahun 2016 Kabupaten Bima akan mendapat bantuan Rp.124 Miliar untuk pengadaan bibit bawang merah,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima, M Tayeb kepada Kahaba.net, kemarin.

Selain untuk bibit bawang diakuinya, anggaran itu juga satu paket dengan pupuk organik, fungisida dan pembangunan tempat penyimpanan atau gudang bawang merah. Gudang itu diperkirakan dapat menampung 1000 Ton bawang merah.   Ketika harga bawang merah rendah, gudang akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan sehingga bisa dijual kembali saat harganya stabil.

“Kapan kepastian pengadaannya masih belum kita tahu. Bisa pertengahan tahun atau akhir Tahun 2016 nanti. Prosedur pengadaan sama, akan kita tender karena anggarannya besar,” jelas Tayeb.

Kata dia, Menteri Pertanian secara khusus memang memberikan perhatian untuk Kabupaten Bima. Menteri berkeinginan agar bawang merah Bima dikenal secara nasional. Karena selama ini, produksi bawang merah paling besar dipasok oleh Brebes dan Cianjur.

Padahal terangnya, lahan potensial di Kabupaten Bima untuk ditanami bawang sangat luas yakni 12.644 hektar. Sementara baru dimanfaatkan sekitar 50 persen dari luas lahan secara keseluruhan. Karena para petani belum mampu membeli bibit.

“Melalui bantuan bibit ini, mudah-mudahan semua lahan itu akan ditanami bawang merah nantinya. Sehingga Bima menjadi penyokong utama produksi bawang nasional,” harapnya.

Apabila semua lahan itu mampu ditanami bawang sambungnya, maka Kabupaten Bima mampu mendukung kebutuhan bawang nasional sebanyak 47 persen.  Terkait dengan penyaluran bibit bawang akan tetap dilakukan melalui kelompok tani. Kalaupun ada pemekaran kelompok tani baru, yang penting sudah mendapatkan SK dari Bupati maka pihaknya bisa memberikan bantuan bibit.

“Hal itu sangat tergantung dari Kepala Desa dan masyarakat setempat. Tidak ada masalah. Artinya petani baru pun bisa, asal punya lahan dan masuk dalam kelompok. Karena bantuan bibit bukan untuk orang perorang tapi kelompok,” tambahnya.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *