Oknum Polisi Pukul Siswa Depan Guru BK

Kota Bima, Kahaba.- Oknum Anggota Polisi yang diketahui bernama Bripda Indra, diduga melakukan tindak kekerasan pemukulan terhadap siswa SMA Negeri 3 Kota Bima. Mirisnya, tindakan oknum penjaga Kediaman Kapolres Bima Kota itu dilakukan di ruangan Guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah setempat. (Baca. Kapolres Minta Maaf ke Guru BK SMAN 3)

Korban pemukulan (Memakai Dasi) oknum polisi, didampingi orang tuanya, guru BK dan saksi. Foto: Eric

Korban pemukulan (Memakai Dasi) oknum polisi, didampingi orang tuanya, guru BK dan saksi. Foto: Eric

Kejadian dugaan pemukulan itu terjadi pada Kamis (5/11) kemarin sekitar Pukul 07.00 Wita. Korbannya yakni dua siswa Kelas XII IPA 3, Ardiansyah (16) dan Dody Suryadin (16).

Menurut pengakuan Guru BK SMA Negeri 3 Kota Bima, H Jamaludin, tindak pemukulan oleh oknum dilakukan di depan matanya disaksikan sejumlah siswa lainnya. Awalnya kedua siswa itu dipanggilnya ke ruangan berdasarkan permintaan Bripda Indra. Keduanya lalu diantar temannya bernama Tibyanul Ahyar.

Kedua siswa itu dipanggil kata dia, karena berdasarkan pengakuan Bripda Indra mereka membunyikan gas motor dengan kencang saat melewati kediaman Kapolres Bima Kota. Dirinya berpikir, oknum akan meminta penjelasan terlebih dahulu apa alasan kedua siswa sampai melakukan hal demikian.

“Tapi, baru saja dua siswa itu duduk di ruang BK dan hendak saya mintai penjelasan. Tiba-tiba oknum melayangkan pukulan dua kali mengenai bagian belakang kepala Ardiansyah tanpa basa-basi. Saya, siswa dan guru yang duduk di ruangan kaget,” ceritanya kepada Kahaba.net, Jum’at (6/11) di sekolah setempat.

Tak hanya itu lanjutnya, oknum kemudian mengeluarkan Sangkur dari belakang celananya dan hendak menikam kedua siswanya tersebut. Terang saja, sikap arogansi dan premanisme oknum Polisi itu membuat semua siswa dan guru di ruangan BK shock. Bahkan, ketiga siswanya langsung pucat karena melihat sangkur yang diacungkan oknum polisi tersebut.

“Selama hidup saya, baru kali ini melihat oknum Polisi bertindak preman seperti itu di sekolah, dan itu terjadi di ruangan BK di depan mata saya,” ungkapnya.

Menyikapi kasus itu, Ia selaku Guru BK berencana akan menempuh jalur hukum  atas apa yang menimpa siswa dan dirinya. Sebab ulah oknum Polisi tersebut telah mengancam jiwa dan psikologis.

“Saya akan laporkan hal ini kepada pihak Kepolisian, untuk menindak oknum Polisi preman itu,” tegasnya.

H Jamaludin menegaskan, siap menjadi saksi bersama siswa untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Pihaknya juga memiliki bukti berupa rekaman kedatangan oknum polisi di ruangan BK. “Kami punya dua rekaman, berdurasi 12 detik dan 36 detik,” tambahnya.

Orangtua korban, Yasin Tayeb mengaku, baru mendengar kejadian yang menimpa anaknya setelah dipanggil oleh Guru BK menghadap. Setelah diceritakan kronologis Yasin sangat kaget. Ia tidak bisa membayangkan anaknya dipukuli dan ingin ditikam saat itu.

“Saya bersama H Jamaludin selaku Guru BK telah sepakat untuk melaporkan hal ini kepada pihak Kepolisian agar oknum Polisi preman itu ditindak tegas,” tandasnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ridhoo

    Jangan karena kau Aparat lalu bertindak Arogan,, Mohon KAPOLRES menindak anak buahnya dengan Hukum sesuai dengan hukum yang diberlakukan kepada kami Masyarakat Biasa,, polisi adil, Kami Masyarakat Segan

  2. byus

    stop!!! jangan jadi polisi kalau hanx bisa main mukul. tindakan arogansi dan premanisme oleh oknum polisi tsb harus mendapatkan hukuman setimpal. polisi yg seharusx melindungi dan mengayomi masyrakat dan paham betvl masalah hukum malah berbalik arah dgn hukum. bila perlu oknum tersebut dipecat dan di penjarakan karena merusak citra kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *