Pensiunan TNI Nyaris Dibunuh Anak Kandung

Kota Bima, Kahaba.- Entah apa yang terlintas dalam pikiran Firman asal Lingkungan Lewi Loa Kelurahan Rabadompu Timur. Pemuda 18 tahun ini nyaris membunuh bapak kandungnya, Nurdin (60). Beruntung, tindakan tak terpuji Firman cepat dihalangi ibu kandungnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Peristiwa itu terjadi, Senin (30/11) siang lalu di kediaman korban. Usai kejadian, Nurdin yang juga Pensiunan TNI tersebut melaporkan ulah anaknya ke Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota melalui Kabag OPS, Kompol I Wayan Muandra mengungkapkan, kronologis kejadian diawali dengan cekcok mulut antara Firman dengan Ibunya. Mendengar percekcokan itu, korban yang saat itu sedang berbaring di kamar tidur langsung bangun.

“Pensiunan TNI ini langsung menanyakan kepada anaknya Firman mengenai Sepeda Motor yang digadainya beberapa waktu lalu. Tapi bukan jawaban yang diterima, justru anaknya ingin memukul ayahnya, namun ditangkis,” ungkap Kabag OPS kepada Kahaba.net, kemarin.

Tidak sampai disitu lanjutnya, karena tidak berhasil memukul ayahnya, pelaku kembali menghunuskan pisau dari pinggang kanannya. Pisau itu diarahkan ketubuh korban namun tidak sempat melukai.

Lantaran merasa terancam, korban melaporkan anaknya ke Polres Bima Kota. Alasannya, karena kuatir sewaktu-waktu anaknya akan melukai bahkan membunuhnya.

”Kami akan sediliki kasus ini, jika terbukti maka kami akan melakukan penahanan terhadap pelaku pengancaman tersebut,” tegas Muandra.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya juga sudah meminta BAP kepada korban. Selanjutnya akan memintai keterangan istri korban sebagai saksi saat kejadian. Begitu pun pelaku, secepatnya akan dipanggil usai pemeriksaan saksi.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. yus

    kok beda ya penanganan pengancaman pembunuhan kepada wartawan? usai pemeriksaan saksi akan langsung melakukan pemeriksaan pelaku, sedangkan pelaku diduga mengancam mmebunuh wartawan malah beberapa minggu kemudian….aneh bin ajaib bin nyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *