Minta Maaf dan Kembalikan Uang Rakyat

Kota Bima, Kahaba.- Fenomena penyelewengan biaya perjalanan dinas yang mengemuka di gedung legislatif menjadi sorotan tersendiri para akademisi. Kepada sejumlah anggota DPRD Kota Bima yang diketahui kabur saat kegiatan studi banding di Kota Batam beberapa waktu lalu, diminta secara “gentlemen” mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka kepada rakyat juga dengan sukarela mengembalikan uang yang dikorup sebelum penegak hukum memproses.

Ilustrasi / gambar: matanews.com

Menjadi masalah wakil rakyat adalah moral politik, harusnya jadi panutan malah membuat moral mereka sendiri yang terjual hanya dengan uang padahal mereka sudah mendapatkan kesejahteraan yang cukup dari uang rakyat. Demikian disampaikan Akademisi STISIP Mbojo-Bima, Syarif Ahmad kepada media ini Selasa (3/7).

 Menurut Syarif moral dewan kini diibaratkan air dan miyak dimana kepentingan pribadinya saja yang terus diperhatikan sementara kepentingan rakyat jauh dari bayangan mereka. Yang ada hanya kepentingan terselubung dari setiap deal-deal kebijakan yang terjadi antara mereka dan pemerintah. Bila benar para wakil rakyat tersebut tidak ikut dalam kegiatan studi banding kemudian mengambil uangnya saja maka sama saja hal tersebut merampas alias merampok uang rakyat karena sejatinya uang APBD adalah uang rakyat.

Oleh karena itu tegas Syarif penegak hukum kini jangan lagi hanya jadi penonton, segera mengambil sikap proses para wakil rakyat tersebut. Juga kepada wakil rakyat dimaksud agar secara jentel meminta maaf secara terbuka kepada rakyat jangan terus berkelit sekaligus segera kembalikan uang APBD yang dibawa kabur.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *