Baleg DPRD Kota Bima Studi Komparasi Sampah di Tangerang

Kota Bima, Kahaba.- Urusan sampah di Kota Bima menjadi perhatian serius Pemerintah. Agar bisa dikelola dengan baik, Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Bima melaksanakan studi komparasi tentang pengolahan sampah di Kota Tangerang.

Ketua Baleg DPRD Kota Bima, Sudirman DJ. Foto: Bin

Ketua Baleg DPRD Kota Bima, Sudirman DJ. Foto: Bin

Ketua Baleg DPRD Kota Bima, Sudirman DJ mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang benar – benar maksimal mengelola sampah. Tidak saja efeknya meningkatkan kesadaran masyarakat, sampah juga bisa bermanfaat untuk menghasilkan Pupuk, Gas, Solar, Bensin dan Minyak Tanah.

“Pemerintah Kota Tangerang menggelontorkan anggaran sekitar Rp 250 Miliar untuk operasional Sampah. Disana tidak targetkan dan kejar PAD, PAD nya sekitar Rp 6 Miliar, tapi yang terpenting Kotanya bersih,” ujarnya.

Diakui duta Partai Gerindra itu, kesadaran masyarakat di Kota tersebut benar – benar terbangun dengan baik. Sampah juga tidak terlihat berserakan di ruang publik dan jalan kota.

“Bagaiamana tidak bersih, mobil pengangkut sampahnya saja 200 lebih unit, sementara Exavator 20 unit. Kemudian lahan untuk penampungan dan pengolahan sampah seluas 43 hektar. Pengelolaan sampah juga diatur oleh UPT sendiri. Bahkan, insentif pegawainya juga tidak sedikit,” paparnya.

Dari hasil studi perbandingan itu, pihaknya akan berencana agar Kota Bima bisa mengikuti yang sudah dilakukan oleh Kota Tangerang. Saat ini pun, Baleg sudah menyusun draf dan telah membahas dari pasal per pasal, untuk diselaraskan dengan Perda Kota Tangerang, kemudian menjadi Perda inisitaif DPRD Kota Bima.

“Paling tidak dari Perda Inisiatif ini mengatur masalah sampah di Kota Bima, baik itu mendorong kesadaran masyarakat, kemudian sampah bisa dikelola untuk kebutuhan lain,” inginnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *