Orang tua Bayi yang Tertukar Ngadu ke Dewan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Orang tua bayi yang tertukar Subagio, Rabu (5/10) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima. Subagio mengadukan persoalan yang dihadapinya, karena ingin meminta keadailan dan bayinya dikembalikan. Kedatangan Subagio diterima Komisi IV DPRD Kabupaten Bima. (Baca. Bayi yang Tertukar, Orang Tua Lapor RSUD Bima ke Polisi)

Orang tua bayi yang tertukar Subagio. Foto: Gyon Anty Parokialistik (Facebook)

Orang tua bayi yang tertukar Subagio. Foto: Gyon Anty Parokialistik (Facebook)

Subagio mengaku kecewa dengan sikap RSUD dalam pernyataanya lewat jumpa pers, yang menunjukan sikap tidak bertanggungjawab, dengan mengeluarkan kalimat dugaan hasil DNA RSUP Sanglah Bali bisa saja tertukar.

“Saya tidak mengerti maksud RSUD yang tidak percaya terhadap hasil DNA tersebut. Mestinya RSUD Bima harus mengevaluasi dan investigasi, guna mengungkap kebenaran laporan saya tersebut,” sorotnya. (Baca. Polisi Lidik Laporan Bayi yang Tertukar di RSUD Bima)

Karena merasa kecewa dengan sikap RSUD Bima, ia menantang RSUD Bima mencari kebenaran dan mempersilahkan untuk melakukan DNA ulang pada semua bayi yang lahir pada saat itu.

“Saya tantang RSUD untuk melakukan tes DNA ulang pada bayi dan orang tua bayi yang melahirkan saat itu,” tantangnya.

Pada kesempatan itu Subagio juga memperlihatkan Surat keterangan Medis dari RSUP Sanglah Denpasar dengan Nomor: UK.01.15/IV.E.19/SKM/511/2016 yang berisi, sehubungan dengan permintaan saudara Subagio, kami yang bertanda tangan dibawah ini, dokter Ida Bagus Putu Alit, Sp.F,DFM, Dokter pemerintah pada Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum pusat Sanglah Denpasar, pada tanggal 31 Agustus 2016 pukul 08.30 Wita, telah melakukan tes DNA, bekerja sama dengan Unit BIOMOL Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Denpasar terhadap Subagio (terduga Ayah), Ayatullah Baqir (terduga Anak), dan Sumarni (terduga Ibu).

Dari hasil analisis kedua sampel menggunakan metode standar terhadap 16 lokus DNA inti, menunjukan bahwa Subagio dan Sumarni adalah bukan orang tua biologis dari Ayatullah Baqir.

”Surat ini akan saya sampaikan ke pihak DPRD juga,” ungkapnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *