Wakil Bupati Ingatkan Pendemo Waspadai Penyusup

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi demonstrasi besar-besar di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Bima akan dilaksanakan Jum’at (4/11) besok. Aksi ini mengangkat isu yang sama, yakni terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki Cahaya Purnama alias Ahok.

Rakor Kamtibmas terkait aksi demo besok di Aula Pemkab Bima. Foto: Ady

Rakor Kamtibmas terkait aksi demo besok di Aula Pemkab Bima. Foto: Ady

Terkait rencana aksi ini, Wakil Bupati Bima, H Dahlan M Noer mempersilahkan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum sesuai aturan. Hanya saja, para pendemo diingatkan untuk mewaspadai penyusup yang masuk dibarisan aksi dan memprovokasi massa.

“Masyarakat harus mewaspadai penyusup, jangan sampai mereka berusaha memprovokasi dan membuat gejolak pada aksi besok,” ingat Dahlan saat memimpin rapat koordinasi terkait kamtibmas di Aula Kantor Pemkab Bima, Kamis (3/11) pagi.

Himbauan ini disampaikan Wakil Bupati, karena pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada upaya pihak tertentu menggiring isu keluar dari konteks tuntutan dan persoalan yang disuarakan.

Wakil Bupati juga berharap, aksi besok berlangsung damai, tidak menimbulkan gejolak dan ketidakstabilan. Sebagai bangsa yang majemuk, saat ini Indonesia sedang menghadapi cobaan. Diharapkannya cobaan ini tetap menguatkan tekad untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

Kepada para Camat, unsur Muspika, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dimintanya berperan penting memberikan pemahaman agar masyarakat tidak terprovokasi ajakan oknum tidak bertanggungjawab dan senantiasa menjaga kerukunan baik sesama muslim maupun antar agama lainnya.

Selain membahas mengenai persiapan pengamanan aksi besok, pertemuan yang melibatkan TNI, Polri, Pimpinan Pondok Pesantren, Tokoh Agama, Camat dan sejumlah pihak ini juga membahas isu-isu kamtibmas lainnya. Seperti maraknya minuman keras, narkoba, termasuk obat tramadol.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *