Kelompok Warga Sarae dan Melayu Bertikai

Kota Bima, Kahaba.- Terjadi perkelahian antara kelompok warga Lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat dengan kelompok warga Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota, di sekitar Kantor KUA Kota Bima, Jumat (4/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Akibat kejadian tersebut, dua
kelurahan Sarae dan Melayu bertikai.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Kasubbag Humas IPDA Suratno, perkelahian kedua kelompok tersebut berawal dari AG (20) warga RT 16 RW 4 Lingkungan Tolobali dan RH alias OM pemuda  RT 15 RW 04 Tolobali diduga dipukul oleh FD (20) pemuda Kelurahan Melayu Kecaamatan Asakota.

“Kedua pemuda Tolobali tersebut diduga dipukul FD saat ngamen,” katanya melalui pesan singkat, Sabtu (5/11).

Kemudian, Lanjut Suratno  AG dan RH alias OM mencari FD dengan menggunakan panah. Diduga  sempat memanah Firdaus sehingga mengenai lutut. Melihat kejadian tersebut, spontan warga Melayu mengejar dua pemuda Tolobali tersebut menggunakan parang sampai di perbatasan antara Melayu dengan Sarae. Namun tidak sempat didapat.

“Kodisi berbalik,  warga Sarae pun tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh warga Melayu dan terjadi cecok serta bersitegang antar kedua kelompok tersebut,” kisahnya.

Dia menambahkan, beruntung aparat memgantisipasi ketegangan tersebut, menghimbau dua warga agar tidak bertikai.

*Ompu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *