25 Pengusaha Kecil Dapat Bantuan Dari Koperindag

Kota Bima, Kahaba.- Setelah dibekali dengan ilmu membuat makanan yang berbahan dasar produk unggulan daerah (PUD) berbasis jagung dan rumput laut, 25 pengusaha kecil mendapatkan bantuan masing-masing satu unit mesin penggiling bahan. Jika nanti produktif, maka pengusaha kecil akan mendapatkan bantuan mesin yang lebih lengkap dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima.

Muh. Yamin, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Kota Bima/foto: Bin Kalman

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Kota Bima, Muh. Yamin mengatakan selain mendapatkan bantuan dari pemerintah, 25 pengusaha kecil tersebut dalam praktek pelaksanaan usahanya juga akan mendapatkan control dari pemerintah. Setelah dilaksanakan dengan serius, maka pemerintah juga akan membantu memasarkannya. “Kami akan membantu sepenuhnya. Agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan maksimal,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Yamin menjelaskan, upaya perhatian pemerintah memudahkan pemasaran, selain bekerja sama dengan Dinas Dikpora Kota Bima agar makanan hasil buatan 25 Pengusaha kecil itu di distribusikan ke kantin-kantin sekolah, pemerintah juga akan membantu mereka untuk mendapatkan Perijinan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan. “Ijin itu nanti memudahkan pengusaha kecil tersebut untuk mendistribusikannya ke sejumlah supermarket dan pertokoan yang ada di Kota Bima,” harapnya.

Adapun jenis makanan yang nanti akan di buat dan di pasarkan yakni, Tortila Jagung, Tortila Labu, Tortila Rumput Laut, Tortila Krupuk Rumput Laut. Selain itu, pengusaha kecil juga akan membuat permen tomat, dodol tomat dan bumbu Tortilla rasa pedas manis. “Untuk pembuatan makanan tersebut, kami meminta kepada mereka untuk tidak membuat dengan bahan pengawet,” terangnya pada Kahaba. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *