Kisruh HMI, Wawali Angkat Bicara

Demonstrasi Kader HMI di KAntor Walikota Bima senin (2/4) terkait pengerusakan Sekretariat HMI beberapa hari yang lalu.

Kota Bima, Kahaba.  Aksi pelemparan Mobil Dinas Wakil Walikota yang berbuntut pengrusakan sekretariat HMI dan penganiayaan 4 (empat) orang Kadernya Jumat (30/3) lalu, akhirnya ditanggapi serius Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE. Walau tak ingin memperpanjang persoalan dan sempat berkordinasi dengan Kapolres Bima-Kota pasca kejadian, akhirnya Adik Kandung Walikota Bima, mengundang sejumlah tokoh di kediamannya (1/4) guna mengklarifikasi persoalan yang terjadi.

Pria yang akrab di sapa H. Man menjelaskan, kalau mobil dinas yang dirusak, karena itu dibeli dari uang rakyat maka rakyat pun yang dirugikan. Karena biaya perbaikannya pun kembali menggunakan uang rakyat.

Setelah kejadian pelemparan tersebut, Saya sempat berkomunikasi dengan Ketua HMI, bahwa tidak akan mempersoalkan tentang masalah pelemparan, karena Saya masih melihat mereka sebagai generasi muda.

Dan mengenai penyerangan,dan pengrusakan inventaris milik HMI Cabang Bima, H. Man menduga kemungkinan masyarakat tidak simpati dengan cara oknum kader HMI tersebut, apalagi ketika itu masyarakat melihat langsung kejadian tepat pada kegiatan kebersihan di sepanjang Amahami hingga di pantai Lawata.

H. Man melanjutkan, dengan tingkah yang tak mencerminkan komunitas intelektual, mungkin saja ada kelompok masyarakat yang tidak senang dengan tindakan yang dilakukan oknum kader HMI tersebut. “Dan yang jelas kejadian itu tanpa kontrol apalagi instruksi dari Saya, karena tidak mungkin saya bisa mengetahui semua kegiatan masyarakat. Mungkin saja oknum yang di duga melakukan pengrusakan menganggap saya sebagai tokoh masyarakat, yang masih mereka pandang,” paparnya.

Walaupun awalnya dia takkan menindaklanjuti kasus pelemparan mobil dinasnya, akhirnya H. Man pun berharap agar memproses secara hukum keduabelah pihak baik oknum mahasiswa yang melakukan pelemparan dan kelompok masyarakat yang melakukan pengrusakan dan penganiayaan. Agar tidak muncul persepsi bahwa apa yang dilakukan oknum mahasiswa itu menjadi benar nantinya.

“Jangan sampai tindakan yang dilakukan oknum mahasiswa dianggap benar, sementara tindakan pengerusakan sekretariat HMI dianggap salah. Dan Penanganan oleh aparat hukum harus profesional,” harapnya [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *