Warga Godo Mengungsi Sejak Senin Malam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sampai saat ini, tak ada korban jiwa dalam tragedi terbakarnya pemukiman warga Godo. Mereka dipekirakan telah mengungsi sejak Senin malam hingga Selasa, 2 Oktober 2012, sebelum aksi pembakaran dilakukan warga Samili dan Kalampa.

Perkampungan warga Godo dibumihanguskan dalam konflik antar desa di Bima/foto: Cen

Warga Godo diperkirakan telah mengungsi setelah mendengar adanya isu aksi balasan yang akan dilakukan warga Samili, pasca terbunuhnya Burhan. Mereka mengungsi ke rumah sanak saudaranya.

Dari sumber Kahaba, Abdul Gafur asal Kecamatan Woha, sekitar 600-an orang warga Godo mengungsi sejak Senin malam (1/10) dan Selasa pagi (2/10) sebelum penyerangan dilakukan.

Kemungkinan juga mereka telah membawa data-data penting keluarga mereka seperti surat tanah, ijazah dan barang berharga lainnya sedangkan barang-barang yang tak mungkin dibawa tetap tinggalkan dan ikut hangus terbakar. “Karena ketakutan, mungkin warga Godo sudah mengungsi sejak semalam Apalagi mendengar adanya isu aksi balasan dari warga Samili. Para pengungsi yang perempuan dan anak-anak banyak yang menyelamatkan diri di Desa Talabiu,” terangnya.

Gafur menjelaskan, ribuan warga Kalampa dan Samili menyerang Dusun Godo, Desa Dadibou, Selasa siang, 2 Oktober 2012. Ratusan aparat keamanan yang ada di lokasi kejadian mencoba menenangkan massa, namun tak mampu membendung amarah rakyat Samili karena personil aparat yang tak sebanding.

“Tak ada satu pun warga Godo saat penyerangan terjadi. Pemukiman mereka kosong tak berpenghuni. Perlawanan tak ada sama sekali dari pihak warga Godo,” jelasnya.

Ia menambahkan, entah bagaimana nasib warga Godo selanjutnya. Untung saja kalau diantara mereka ada yang membawa barang berharga miliknya. Tapi kalau tidak, mau bilang apa! “Nasi telah menjadi bubur,” imbuhnya. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *