Deklarasi Posko Menangkan Pancasila, LMND Gelar Diskusi Publik

Kota Bima, Kahaba.- Untuk menjawab persoalan kesenjangan dan ketimpangan sosial yang kerap terjadi, serta kebijakan pemerintah yang cenderung tidak pro pada kepentingan rakyat. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bima bersama PRD Kota Bima menggelar Diskusi Publik dan Deklarasi Posko Menangkan Pancasila di aula PKK Kabupaten Bima, Kamis (7/12).

Foto bersama kader LMND Kota Bima dan PRD usai diskusi publik. Foto: Deno

Ketua Posko Menangkan Pancasila Ajwar Anas menyampaikan, ketimpangan sosial hari ini membuktikan lemahnya nilai-nilai luhur Pancasila dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara. Menyikapi itu, Liga dan PRD mendorong mahasiswa dan pemuda agar menyatukan pemahaman, agar terpuruknya kondisi kebangsaan ini harus segera diakhiri.

“Untuk mempercepat keinginan itu, makanya kami membangun posko dan menggelar diskusi. Bila perlu terus masif dilakukan hingga di tingkat kelurahan,” inginnya.

Diakui Anas, kegiatan tersebut mengundang mahasiswa STISIP, STKIP Bima, STIE, STKIP Taman Siswa, Geperma dan ormas kemahasiswaan. Selain itu, hadir juga akademisi  Arif Sukirman sebagai narasumber bersama mantan aktivis Liga, Adi Rahmat.

Di tempat yang sama, Ketua Wilayah LMND NTB Nuskin dalam sambutanya menyampaikan, diskusi ini penting untuk dilaksanakan. Sebab, pemahaman tentang nilai – nilai Pancasila dan amanat UUD 1945 harus dimiliki mahasiswa, sebagai pelopor perubahan rakyat.

“Nilai Pancasila dan amanat UUD 1945 harus dipahami. Agar dijadikan pedoman menganalisa dan mengontrol setiap kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Arif Sukirman, nilai Pancasila harus dijadikan acuan dan landasan dasar dalam membangun negara ini ke arah yang lebih maju disegala aspek. Jika pemerintah menjalankan nilai Pancasila dan UUD 1945 dengan baik, maka secara ekonomi dengan kayanya sumber daya alam yang melimpah, rakyat akan mendapatkan kehidupan yang sejahtera.

“Negara ini memiliki keragaman suku, ras, budaya dan agama. Itu bersatu karena Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan amanat UUD 1945,” paparnya.

Kemudian, Adi Rahmat memandang, kesejahteraan sosial sangatlah penting untuk diwujudkan guna mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Setiap rakyat berhak mendapatkan kedaulatan dan keadilan sosial secara merata. Negara juga memiliki tanggungjawab untuk mewujudkan itu semua.

Lanjut Adi, bangsa yang sejahtera adalah bangsa yang masyarakatnya tidak hidup dibawah garis kemiskinan. Bangsa yang rakyatnya tidak menjadi budak di negeri sendiri. Jika itu masih terjadi, maka perlu dipertanyakan kesejahteraan dalam kehidupan bernegara.

“Pancasila menjadi solusi. Saatnya kita menangkan Pancasila. Mari bergandeng tangan untuk menangkan Pancasila,” ajaknya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *