Tragedi Godo, Mahasiswanya Galang Dana

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tujuh orang mahasiswa asal Godo dari berbagai Perguruan Tinggi di Bima menggalang pengumpulan dana di daerah kelahirannya. Mereka membuat posko di tengah jalan negara Trans Bima-Sumbawa, tepat di dusun Godo.

Mahasiswa asal Godo menggalan dana di kampungnya. Foto: Bima Mawardy

Salah seorang mahasiswa Godo, Trisnawati (21) yang ditemui Kahaba, Minggu, 7 Oktober 2012 pagi tadi, menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian atas tragedi yang menimpa warga dusun Godo. Selaku Mahasiswa Godo, mereka memiliki tanggungjawab moral untuk turut memberikan kontribusi yang terbaik buat warganya. Meskipun menjadi korban, para mahasiswa itu tetap menginginkan adanya rekonsiliasi konflik antar warga Godo dan warga Samili.

“Kami lelah kalau harus terus bentrok dan bertikai. Kami inginkan masyarakat Godo dan masyarakat Kecamatan Woha pada umumnya, hidup rukun dan damai. Pemerintah pun harus ikut terlibat aktif dalam pemulihan tragedi yang menimpa masyarakat Godo,” jelas Wati, Mahasiswa STKIP Bima itu.

Ia pun menambahkan, kebutuhan yang sangat penting adalah sarana pendidikan untuk anak-anak Godo. Dari data yang kami himpun, pelajar Godo membutuhkan pakaian seragam untuk tingkat SMA sebanyak 50 buah, tingkat SMP sebanyak 40 buah dan tingkat SD sebanyak 120 buah. Selain itu, masyarakat pun membutuhkan bahan bakar (minyak tanah) karena kompor sudah disediakan oleh pemerintah.

Dari pantauan Kahaba, tampak pula mobil Brigadir Mobile (Brimob) Polres Bima Kabupaten yang tetap berjaga-jaga, baik di Posko Bantuan dan di jalan perbatasan antara Godo dan Kalampa. Terlihat pula, kemah atau peristirahatan sementara yang disiapkan aparat di lapangan Dusun Godo.

Dari kejadian itu pun hanya menyisahkan bangunan Mesjid Godo yang tak diganggu massa dan sebagian rumah warga di bagian barat, yang kemungkinan bukan warga asli Godo. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *