Qurais: Ada Dalang Intelektual Dibalik Kasus HMI

Aksi demonstrasi Kader HMI Cabang Bima merespon penyerangan sekretariat mereka (2/4)

Kota Bima, Kahaba Kecaman terhadap aksi perusakan dan pembakaran sekretariat dan penganiayaan kader HMI cabang Bima oleh sejumlah orang yang diduga preman mulai memunculkan berbagai interpretasi maupun spekulasi, bahkan lantaran sering menjadi sasaran aksi demonstrasi, Walikota Bima, H. Qurais H. ABidin menuding ada otak intelektual atau provokator di balik semua masalah tersebut, apalagi mencuatnya isu aksi pembakaran Al-qur’an dan bendera Merah Putih saat pengrusakan inventaris sekretariat HMI. Qurais berencana melaporkannya kepihak kepolisian akan dugaan provokator dibalik kasus HMI. Hal tersebut disampaikannya saat pembukaan Musda MUI, DMI, IPHI di aula Pemkot Bima, Sabtu (7/4).

Qurais melanjutkan aksi demo yang berlangsung beberapa hari terakhir oleh HMI Cabang Bima–yang dengan lantang menyebut nama Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Bima terlibat pengerahan preman untuk melakukan aksi perusakan dan pembakaran dinilai tidak benar, bahkan dirinya saat mendengar informasi tersebut langsung mengundang seluruh pimpinan SKPD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk membicarakannya. Dari hasil pertemuan tersebut bahwa hasil laporan penyelidikan pihak kepolisian berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ada aksi pembakaran Al-qur’an dan pembakaran Bendera Merah Putih oleh oknum preman saat kejadian. “Pembakaran Al-Qur’an dan Bendera Merah Putih itu tidak benar, hal tersebut hanya fitnah belaka,” tegasnya.

Walikota menilai ada yang merasa bangga dengan tidak kondusifnya Kota Bima, sehingga memprovokasi masyarakat agar Kota Bima tidak aman lagi. Melalui kesempatan tersebut juga walikota memohon izin kepada para ulama yang hadir untuk menyampaikan bahwa dirinya akan melaporkan provokator tersebut kepada pihak kepolisian untuk diusut secara hukum atas beredarnya informasi pembakaran Al-qur’an dan bendera Merah Putih yang sangat menyesatkan itu.

“Siapa yang berani membakar kitab suci adalah tindakan yang sangat biadab, oleh karena itu setiap melakukan aksi demo agar tidak mengangkat isu yang tidak benar dan fokus pada kejadian yang sebenarnya saja,” paparnya.

Walikota menceritakan kembali kronologis kejadian sebelumnya dimana terjadi pelemparan terhadap mobdis Wawali oleh oknum anggota HMI kemudian lanjut terjadi aksi pengerusakan, Walikota menyindir anggota HMI yang memaksa Walikota dan Wawali meminta maaf sementara mereka (HMI, red) tidak pernah meminta maaf setelah melakukan aksi pelemparan terhadap mobdis Wawali. Dan dirinya selaku pemimpin telah menyatakan siap mengganti segala kerusakan dan kerugian yang terjadi akibat aksi pembakaran dan pengrusakan namun tidak setujui pihak HMI. Oleh karena itu, Qurais menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada pihak kepolisian. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. sandi

    ayo jgn diam aja wahai penguasa hukum ayo donx tunjukan tajix jgn seperti hariau yg tidak pny gigi, tunjukan kerja ada di masyarakat biar tau siapa di belakang ini

  2. Pingback: Kapolresta dan Walikota Senada, Tak Ada Pembakaran Al-Qur’an dan Bendera. | KAHABA news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *