Rakor Pertama KONI, Feri Ingin Pengurus Serius Mengabdi Untuk Perkembangan Olahraga di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- KONI Kota Bima menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Walikota Bima, Senin malam (25/9). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KONI Kota Bima Feri Sofiyan dan para pengurus.

Rakor pertama KONI Kota Bima. Foto: Bin

Sekretaris KONI Kota Bima H Alwi Yasin saat membuka acara mengatakan, rakor pertama ini membahas sejumlah persoalan. Seperti rencana pelantikan yang dijadwalkan akan dilaksanakan hari Sabtu pekan ini. Kemudian membahasa persiapan Rakerda pertama untuk periode yang baru, sesuai dengan visi dan misi Ketua KONI yang baru.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Kota Bima Feri Sofiyan saat mengawali sambutan dengan menyampaikan terimakasih kepada jajaran pengurus yang berkesempatan hadir mengikuti rakor perdana. Dari rakor ini dirinya berharap menjadi pemantik untuk perubahan KONI ke arah yang lebih baik.

“Ini wadah, diisi tim yang harus bekerja sungguh-sungguh. Karena KONI merupakan
ruang pengabdian untuk olahraga. Maju mundurnya olahraga ini tergantung dari KONI,” ujarnya.

Pada rakor awal ini, Feri juga berharap kepada pengurus untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Kemudian dijadikan pelajaran yang berharga untuk memperbaiki kiprah KONI kedepan.

Sebab, selama ini dirinya sering mendengar muncul keluhan dan pengaduan baik dari atlet maupun dari Cabang Olahraga (Cabor) yang terlihat hidup segan tapi mati tak mau. Keluhan dan aduan tersebut bisa diperhatikan dengan baik.

“Jadi kita ingin pada periode yang baru ini tidak ingin mendengar adanya banyak keluhan soal perhatian. Tapi serius bekerja untuk kemajuan olahraga di Kota Bima,” tegasnya.

Pria yang juga terpilih menjadi Wakil Walikota Bima itu ingin jajaran pengurus serius menangani semua Cabor. Agar kedepan setiap Cabor bisa menunjukan prestasi yang membanggakan di tingkat regional dan nasional.

Dirinya menambahkan, pada perubahan kepengurusan kali ini. Ia ingin ada pembatasan tugas, terutama soal pengelolaan dana KONI oleh pengurus sebelumnya.

“Soal uang itu, sensitif. Uang itu sumber fitnah. Jadi saya ingin ada pembatasan tugas soal kelola dana KONI,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *