Lakalantas di Kabupaten Bima Didominasi Pelajar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pelajar menjadi penyumbang mayoritas dalam angka kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Bima. Hal ini terungkap dalam acara Sosialisasi Keselamatan Transportasi Darat yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima di SMAN 1 Sape, Rabu (28/11/2012).

Acara Sosialisasi Keselamatan Transportasi Darat yang digelar Dinas Hubkominfo Kabupaten Bima di SMAN 1 Sape. Foto: Bagian Humas Pemkab Bima

Dalam penyampaiannya, Zunaidin, S.Sos, MM, Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Bima mengungkapkan, banyak sekali pelanggaran lalu lintas di jalan raya yang mengakibatkan kehilangan nyawa bagi pengendara bermotor. Mirisnya lagi, kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut didominasi oleh para pelajar sekolah. “Mengapa pelajar menjadi korban kecelakaan lalulintas  terbanyak?, karena banyak pelajar saat ini yang tidak mau tahu, atau mereka tahu tapi pura-pura tidak mau tahu, tentang aturan lalu lintas”. Terangnya.

Lebih lanjut, mantan kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T) ini mengimbau para siswa untuk memenuhi syarat dan kelengkapan kendaraan sebelum mengemudi di jalan.  Kelengkapan kendaraan bukanlah sekedar hiasan dan variasi kendaraan belaka, tapi menjadi bagian yang penting untuk menunjang keselamatan di jalan raya. “Coba perhatikan, kebanyakan yang ugal-ugalan di jalan raya adalah para pelajar. Tidak pakai helm, kaca spion dicabut, lampu motor semua dipretelin, ini yang  salah kaprah,” ujarnya mencontohkan.

Pada acara yang dihelat di Aula SMAN 1 Sape tersebut, para siswa diingatkan tentang pentingnya mengetahui peraturan tata cara berlalu lintas yang baik dan benar. “Ketentuan dan inti pembahasan materi aturan tersebut penting untuk diketahui dan dijalankan agar kita tidak  mati konyol dan sia-sia  di jalan raya,” ingat Kadis yang baru menjabat beberapa bulan di Dishubkominfo Kabupaten Bima ini.

Pada sesi tanya jawab, Wakasek Kurikulum SMA 1 Sape, Subair, ST mengungkapkan, di lokasi kegiatan sendiri hampir 25 persen siswa menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Pada saat ini SMAN 1 Sape tengah merancang pengembangan kurikulum terintegrasi tentang etika berlalu lintas. “Pengembangan kurikulum merupakan hasil kerjasama Kemendikbud, Polri yang ditindaklanjuti oleh Gubernur dan Kapolda NTB,” jelas Subair.

Dia mencontohkan, di mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) misalnya, siswa akan diajarkan tentang mendisain rambu-rambu lalu lintas. “Nah, disitulah letak integrasinya,” kata Subair sambil menyakinkan bahwa kurikulum integrasi ini akan dimulai pada semester genap tahun 2013 mendatang.

Saat sesi tanya jawab, peserta banyak mengkritisi tentang aparat penegak hukum yang tidak tegas terhadap pelanggar lalu lintas. Peserta juga  banyak mempertanyaan adanya oknum yang menerima imbalan ketika ada pelanggaran lalu lintas. Menjawab hal ini, Zunaidin mengatakan hal itu bukanlah wewenang dishubkominfo. Tetapi, Kadis menyakinkan,  adanya aturan untuk ditaati bersama, bukan sebaliknya untuk dilanggar secara bersama .[BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *