Terkait Tambang, Warga Oi Fo’o Minta Pemkot Tepati Janji

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan orang yang mengatasnamakan warga lingkar tambang Oi Fo’o Rabu (19/12/2012) siang memadati depan pintu gerbang kantor Walikota Bima. Mereka berunjuk rasa menuntut pemerintah merealisasikan janji-janjinya terhadap warga setempat pasca masuknya perusahaan tambang marmer.

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga mengingatkan, Walikota Bima pernah berjanji pada warga setempat untuk mengurangi pengangguran dengan masuknya perusahaan tambang di wilayah mereka.

Namun menurut Adam Disastra, koordinator lapangan aksi tersebut, hingga kini tak ada satu pun warga setempat yang direkrut untuk jadi karyawan tambang marmer.

“Ini sudah menyalahi janji Pemkot kepada masyarakat Oi Fo’o sebelum direlokasi dari tempat tinggalnya dulu,” tegas Adam.

Dalam orasinya ia juga menyoroti kontribusi perusahaan tambang yang sudah mengantongi ijin operasi itu terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima tahun 2012 dari sektor tambang yang masih sebesar 0,0 persen.

Warga Oi fo’o mendesak Pemerintah Kota Bima untuk segera membuatkan Perda mengenai pertambangan marmer. Menurut pengunjuk rasa, hingga saat ini pengelolaan tambang tersebut tidak diatur dalam regulasi  yang jelas. Tidak hanya itu, masa meminta kepada Pemkot untuk transparan terkait hasil marmer.

Untuk menjamin kesejahteraan warga dengan masuknya investasi pertambangan batu marmer, warga menuntut pemerintah dapat memfasilitasi terbitnya nota kesepahaman antara pengusaha pertambangan dengan masyarakat Oi Fo’o. “Kami ingin pemerintah segera mengelurkan MoU antara pihak investor dengan masyarakat Oi Fo’o yang berada di lingkar tambang,” tegas Adam.

Sementara itu dapat dilaporkan aksi berjalan dengan tertib dibawah pengawalan ketat aparat Kepolisian. Ruas jalan soekarno Hatta depan kantor Pemkot Bima diblokade oleh Polres Bima Kota hingga aksi unjuk rasa itu berakhir sekitar pukul 13.00 Wita. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *