Dana DAK 2012 Tahap III Telah Dicairkan

Kota Bima, Kahaba.-  Bantuan pemerintah pusat berupa anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi dan perbaikan gedung sekolah tahap ketiga telah dicairkan. Bagian dari dana senilai Rp 22 miliar itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan 54 gedung sekolah di Kota Bima. Demikian diungkapkan oleh Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dikpora Kota Bima, Slamet Riadi ST.

Ilustrasi. Gambar: inilah.com

Ilustrasi. Foto: inilah.com

Slamet memaparkan, anggaran DAK Tahun 2012 tersebut dicairkan dengan tiga tahapan. Pada bulan Desember 2012 lalu, DAK tahap pertama telah dicairkan sebesar Rp 8,8 miliar atau 40% dari total anggaran, sementara tahap kedua dengan jumlah sebesar Rp 6,6 miliar (30 %) dicairkan sekitar awal Februari 2013 lalu. “Sekarang sudah pencairan tahap ketiga sebesar Rp 6,6 Miliar,” tambahnya.

Kata Slamet Riadi, terlambantnya pencairan anggaran yang bersumber dari pusat tersebut, dikarena provinsi lain juga mendapatkan bantuan yang sama. Sehingga, pencairan dilakukan secara bertahap.

Pencairan DAK tahap ketiga tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan sisa pembanguan. Berupa pembangunan lantai, plafon, atap dan perbaikan lainya. Sehingga, pembanguna dapat rampung dan terselesaikan.

Selain itu Slamet mengungkapkan, untuk mengetahui penggunaan anggaran, ke 54 empat sekolah tersebut harus menyampaikan laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Setelah laporan dari sekolat rampung, Dikpora Kota Bima akan melaporkan penggunaan anggaran tersebut ke pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk menganalisis dan mengevaluasi laporan tersebut, pemerintah Kota Bima telah membentuk tim teknis gabungan dari Dikpora dan dinas terkait. Tim tersebut adalah Penerima Hasil Pekerjaan (PHO) yang akan mengevaluasi hasil pekerjaan di 54 sekolah penerima bantuan. “Jika didapat kejanggalan dalam pembangunan maupun penggunaan anggaran, kepala sekolah terkait akan dipanggil,” paparnya lagi. [EM*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *