Kinerja Polisi Dinilai Lamban, Warga dan Keluarga Muammar Kembali Blokir Jalan

Kota Bima, Kahaba.- Hingga hari ketiga pasca kejadian pembunuhan warga Sarae Muammar Ramadhan, pihak kepolisian belum juga mengantongi nama terduga pelaku dan menangkap. (Baca. Pemuda Yatim Ini Ditemukan Tewas Bersimbah Darah)

Warga dan keluarga korban pembunuhan sadis saat blokir jalan. Foto: Eric

Protes dengan kinerja polisi yang dinilai lamban mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan sadis itu, sejumlah warga dan kerabat korban kembali memblokir jalan di perempatan depan Kantor Kelurahan Sarea, Rabu (23/1). (Baca. Tuntut Pelaku Pembunuhan Muammar Ditangkap, Warga Blokir Jalan)

Aksi mereka dengan membakar sejumlah ban bekas praktis menganggu arus lalu lintas jalan setempat. Kendaraan yang ramai melewati jalan dimaksud harus mengambil jalan alternatif lain.  (Baca. Almarhum Muammar Pemuda Baik dan Pendiam)

Warga setempat Sirajudin dalam orasinya menyampaikan, sampai saat ini aparat kepolisian belum juga menangkap pelaku pembunuhan Muammar. Pihak keluarga pun merasa tidak tenang, karena pelaku masih berkeliaran bebas. (Baca. Dewan Desak Kapolres Cepat Tangkap Pelaku Pembunuhan Muammar)

“Hingga hari ketiga, pelaku belum juga ditangkap. Kami minta secepatnya polisi mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan keji itu,” desaknya.

Setelah orasi, tampak ibu korban Katrina juga meluapkan air mata dan kemarahan di tengah kerumunan warga.

“Putera saya dibunuh dengan cara yang kejam. Saya sebagai ibunya pasti merasakan kesedihan yang mendalam. Anak saya salah apa?,” ucapnya dengan derai air mata.

Untuk itu, dirinya meminta kepada aparat penegak hukum segera mengungkap kasus pembunuhan itu, menangkap dan menghukum seberat – beratnya.

Hingga berita ini ditulis, blokir jalan masih berlangsung. Pihak kepolisian dan aparat TNI terlihat sedang berdialog dengan warga dan keluarga korban, meminta segera membuka akses jalan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *