Buka Rakor Pendidikan, Walikota Ajak Implementasikan Maja Labo Dahu

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Kota Bima HM Lutfi membuka Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Pendidikan Tingkat Kota Bima Tahun 2019, di Gedung Seni dan Budaya pada Jumat kemarin. Rakor diikuti oleh 150 peserta meliputi dewan pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah dan perwakilan guru dari semua jenjang pendidikan se-Kota Bima.

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan di acara Rakor Pendidikan. Foto: Hum

Ketua Panitia Taufikurrahman mengatakan, rakor pendidikan untuk merumuskan strategi, arah dan kebijakan pendidikan di Kota Bima. Selain itu, terjadinya kesamaan persepsi dari seluruh stakeholder dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima, serta dukungan dari seluruh masyarakat dalam upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Sementara itu, Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan rakor pendidikan sebagai ajang untuk duduk bersama membahas program pendidikan Kota Bima Tahun 2019 dan implementasi nilai “Maja Labo Dahu” dan “Nggusu Waru” dalam sinkronisasi rencana pendidikan dengan visi dan misi Kota Bima 5 tahun ke depan.

Untuk periode 2018-2023 program prioritas bidang pendidikan yaitu, memantapkan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun, pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan terutama pada daerah pinggiran, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan beasiswa pendidikan, meningkatkan program kejar paket A, B, dan C serta pendidikan luar sekolah.

Kemudian mengembangkan kerjasama pendidikan dengan dunia usaha atau institusi lain untuk menghasilkan SDM yang terdidik dan terlatih, mengembangkan pendidikan karakter pada usia dini, memberikan reward kepada sekolah, guru maupun siswa yang berprestasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bima dan pemberian beasiswa pendidikan kepada siswa yang berprestasi.

“Saya berharap peserta dapat memanfaatkan rakor pendidikan untuk memberikan masukan dan solusi demi kemajuan pendidikan di Kota Bima,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota juga diberi kesempatan untuk menyampaikan arahan. Kata dia, bahwa dengan meningkatnya alokasi anggaran pendidikan diharapkan linear dengan peningkatan mutu pendidikan.

“Sekarang zaman milenial. Kompetensi guru perlu ditingkatkan. Guru harus menguasai Teknologi Informasi (IT), jangan sampai siswa lebih memahami IT daripada guru,” katanya.

Harmonisasi dan sinkronisasi program yang ada di dinas pendidikan dengan visi misi pimpinan daerah lima tahun kedepan sangat diharapkan, Sehingga melalui pendidikan berkualitas bisa memberantas kebodohan generasi masa depan.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *