Warga Tolowata Tolak Rastra, Polisi Amankan Buruh dan Supir Truk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pembagian beras sejahtera (Rastra) di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi, Senin (1/4) sekitar pukul 17.45 Wita, di tolak warga. Pasalnya, berat Rastra tiap karung berkurang hingga 8 kg. Akibatnya, buruh dan supir truk pengangkut beras diamankan.

Rastra yang ditolak warga Desa Tolowata. Foto: Ist

Kapolsek Ambalawi IPDA Ruslan mengatakan, laporan masyarakat penerima bantuan mengungkapkan jika tiap karung beras yang dibagikan kurang. Ada yang berkurang 7 kg bahkan 8 kg. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya bersama anggota menuju Desa Tolowata.

“Ternyata laporan itu benar, masyarakat menolak beras itu karena beratnya kurang,” ujarnya.

Kapolsek mengungkapkan, beras sudah disimpan di Kantor Desa Tolowata. Sedangkan 7 orang buruh dan 2 supir diamankan di Kantor Polsek Ambalawi bersama 2 truk pengangkut beras.

“Buruh mengaku tidak tahu apa-apa, tapi kita tetap dalami, apakah ini ulah buruh dan supir. Atau memang berkurang dari Bulog,” katanya.

Untuk membantu ungkap masalah itu, besok Kepala Desa Tolowata akan mendatangi Bulog dan Bupati Bima. Sebab, persoalan ini tidak saja terjadi kali ini, tapi sudah 4 kali.

“Kepala Desa dan BPD Tolowata juga belum membagikan beras itu, tunggu hasil klarifikasi besok dengan pihak terkait,” tambahnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *