KPU Bima Rakor Persiapan Penetapan Anggota DPRD

Kabupaten Bima, Kahaba.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengamanan Penetapan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD Kabupaten Bima terpilih, Kamis (8/8) di Rumah Makan BBA Palibelo.

Suasana Rakor Persiapan Pengamanan Penetapan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD Kabupaten Bima

Rakor tersebut dihadiri perwakilan TNI Polri, Badan Kesbangpol, Sat Pol PP dan Bawaslu Kabupaten Bima.

Ketua KPU Kabupaten Bima Imran menyampaikan, rakor itu difokuskan untuk persiapan pengamanan pada saat penetapan perolehan kursi dan Anggota DPRD terpilih.

“Pengamanan ini merupakan hal penting untuk memastikan terlaksananya kegiatan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Karena itu kata dia, melalui rakor tersebut KPU mendapat masukan dan pandangan dari pihak keamanan serta unsur terkait, serta adanya kesamaan persepsi tentang prosedur pelaksanaan kegiatan nanti.

“Rencana pleno penetapan akan kita laksanakan paling lambat 5 hari pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan sengketa yang diajukan Partai Nasdem Dapil 6 Kabupaten Bima,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdullah mengusulkan penetapan dilaksanakan di Kabupaten Bima, itu dilakukan agar masyarakat bisa mengetahuinya.

“Ada kebanggaan masyarakat juga jika penetapannya di Kabupaten Bima. Bisa memilih di Bolo, Woha atau sekitarnya yang dirasa mendukung,” jelasnya.

Sementara dari pihak keamanan, Kapolres Bima yang diwakili Kasat Intel IPTU Arief Hamid mengatakan, pihaknya akan menjamin pelaksanaan pleno penetapan terhindar dari gangguan keamanan. Apalagi suasana Kabupaten Bima secara umum selama pemilu terpantau kondusif hingga saat ini.

“Prinsipnya kita siap mengamankan agenda pleno KPU. Terlebih ini agenda besar pasti dilakukan pengamanan dimanapun lokasinya,” tegas Kasat.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *