Tangan dan Kaki 2 Bocah Asal Desa Risa ini Melepuh, Ingin Berobat tak Ada Biaya  

Kota Bima, Kahaba.- Kondsi M Yusuf dan Saiful saat ini begitu memperihatinkan. Seluruh badan mereka melepuh dan berdampak buruk pada sejumlah anggota badannya. Tangan dan kaki mereka pun sudah tak memiliki jari – jari.

Yusuf dan adiknya dengan kondisi tangan dan kaki yang sudah melepuh. Foto: Ist

Kakak beradik ini tinggal di RT 07 RW 04 Desa Risa Kecamatan Woha Kabupaten Bima. M Yusuf saat ini sudah berusia belasan tahun, sementara adiknya Saiful berjalan 7 tahun. Mereka hanya bisa berbaring dan duduk di rumah, menunggu kesembuhan yang tak kunjung tiba.

Muhtar, saudara sepupu 2 bocah malang ini mengungkapkan, Yusuf menderita penyakit itu sejak umur 1 tahun, demikian juga dengan Saiful. Beberapa kali dibawa ke rumah sakit, namun tidak ada tanda – tanda kesembuhan.

“Beberapa kali dibawa ke RSUD Bima, kata dokter penyakit kulit biasa. Tapi pada bagian tangan dan kaki mereka ini melepuh, sudah tidak ada jari – jarinya,” ungkap Mukhtar, Rabu (11/9).

Karena menderita sakit sejak kecil, keduanya pun hingga saat ini tidak bisa berjalan. Sehari – hari hanya bisa menghabiskan waktu di rumah.

“Tidak sekolah, karena tidak bisa jalan,” katanya.

Diakui Mukhtar, Yusuf dan Saiful ini merupakan putra dari Bintan dan Asmah. Sehari – hari hanya seorang buruh tani. Jangankan untuk membawa anaknya berobat ke rumah sakit yang lebih bagus, seperti di Mataram dan Bali. Untuk sekedar makan saja susah.

“Orang tuanya cari makan pagi buat makan pagi, saking susahnya,” terang Mukhtar.

Selama berobat di RSUD Bima sambungnya, biaya terkuras habis hanya untuk transportasi dan makan minum. Kendati ada BPJS, namun tidak memberikan kesembuhan untuk 2 bocah tersebut.

Mukhtar mengaku, ada keinginan dari orang tua dan keluarganya membawa untuk berobat di Mataram atau Bali. Tapi terkendala biaya untuk kebutuhan hidup di sana.

Ia menambahkan, pemerintah desa saat ini sudah membuatkan surat keterangan tidak mampu untuk Yusuf dan Saiful. Setelah itu, pihaknya kini akan berusaha untuk mencari dana untuk bisa membawa keduanya berobat di Mataram atau Bali.

“Kami pihak keluarga tentu mengharapkan bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak. Agar bisa mengantarkan Yusuf dan Saiful berobat,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *