BNNK Bima Talkshow, Dewan Wacanakan Tes Urine Semua Wakil Rakyat

Kota Bima, Kahaba.- Cegah bahaya virus narkoba, BNNK Bima menggelar Talkshow di Aula Kantor Walikota Bima, Rabu (18/9). Kegiatan tersebut dihadiri beberapa perwakilan dari kepala OPD Pemkot dan Pemkab Bima, serta ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima Aminullah dan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bima Nazamuddin.

Acara Talkshow yang digelar BNNK Bima. Foto: Ist

Kepala BNNK Bima Hurri Nugroho menyampaikan beberapa hal penting tentang pelaksanaan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba diberbagai wilayah dan sekolah. Di Bima dan Dompu, sosialisasi pencegahan dini dilakukan di tingkat SD maupun sosialisasi di tingkat SMA hingga ke kalangan mahasiswa.

“Kita harus meningkatkan sinergitas, agar terwujud Raperda penanggulangan narkoba,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima Aminullah mengatakan, pravelensi narkoba termasuk dalam kategori yang darurat. Oleh karena itu, perlu peran dan sinergi bersama antara seluruh kalangan dari anggota legislatif yang ada. Jika setuju, bila perlu harus dilakukan tes urine pada seluruh anggota dewan.

“Kondisi Bima sedang darurat narkoba, anggota dewan juga harus menyikapi kondisi ini dengan serius untuk menyelamatkan generasi bangsa,” suaranya

Sementara itu Ketua Bapemperda DPRD Kota Bima Nazamuddin menyarankan agar diadakan tes urine pada pelantikan dan akhir masa jabatan anggota DPRD. Karena itu dipandang perlu untuk pembentukan Raperda dan Badan Narkotika disetiap daerah khususnya Kota Bima.

Dengan begitu, ada keseriusan pemerintah untuk mendorong semua kalangan melawan dan memberantas peredaran narkoba.

“Saya lebih setuju jika semua anggota dewan di tes urine, baik yang akan dilantik nanti maupun yang sudah berakhir masa jabatan,” sarannya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *