Reses di Jatiwangi Ramai Didatangi Konstituen, Ini Sejumlah Aspirasi Warga

Kota Bima, Kahaba.- Hari kedua reses anggota DPRD Dapil I Kecamatan Asakota di Kelurahan Jatiwangi, Rabu pagi (19/2) ramai didatangi masyarakat. Memanfaatkan pertemuan itu, beragam aspirasi pun disampaikan masyarakat, dengan harapan bisa diperhatikan dan direalisasikan.

Warga Jatiwangi antusias menghadiri reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota. Foto: Bin

Seperti yang disampaikan oleh Ketua RT 04 Tamrin, ia berkeinginan lahan yang dimanfaatkan untuk reses ini dibangun gedung serba guna. Ini penting untuk lancarnya kegiatan masyarakat dan sarana-sarana lain untuk kepentingan umum.

Tamrin juga menyinggung soal masuk dan merajalelanya pelayanam koperasi di lingkungan Jatiwangi. Karena untuk kebutuhan hidup, masyarakat terpaksa meminjam uang koperasi, meski dengan bunga sangat tinggi.

“Perlu kiranya dewan memerhatikan aspirasi ini, karena adanya dewan juga untuk melihat kondisi masyarakat,” katanya.

Salah seorang Ketua RW Hendra mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyakit TBC yang sampai sekarang terus meningkat. Ia menginfokan, jumlah kasus TBC tahun 2019 sebanyak 263 orang. Sementara pemerintah tidak maksimal menangani.

“Saya sebagai ketua RW tentu merasa khawatir, jika tidak ditangani serius kami di Jatiwangi juga bisa terancam TBC, apalagi penyakit ini menular. Kita harap dewan memerhatikan masalah ini,” pintanya.

Selain itu, dirinya meminta kepada dewan untuk membantu perbaikan atap Masjid Al Istiqomah Jatiwangi. Karena kondisinya saat ini sudah hancur dan sering bocor jika hujan turun.

Tokoh masyarakat setempat H Idris berharap dewan juga membangun bronjong sungai, apalagi sekarang musim hujan. Maka banjir tetap menjadi ancaman untuk warga.

“Kami juga ingin agar pemerintah membebaskan lahan di Jatiwangi, untuk sarana olahraga masyarakat,” harapnya.

Anggota DPRD Kota Bima Sukri Dahlan menjelaskan, untuk pengadaan lahan agar dibangun sarana olahraga warga atau gedung serba guna. Sebab soal pembebasan lahan bukan lagi menjadi kewenangan daerah, tapi provinsi.

“Apalagi lahan yang diminta untuk dibebaskan milik pemerintah Provinsi. Kendati demikian, kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi,” ucapnya.

Dewan lain Syamsuddin memberi tanggapan soal l TBC. Menurut dia, penyakit itu sifatnya darurat. Apalagi dengan jumlah yang sudah mencapai ratusan. Terkait penanganannya, pemerintah hanya memberikan obat yang diminum selama 6 bulan,

“Jadi akan kita dorong pemerintah melalui Dinas Kesehatan untuk memperhatikan dengan serius, ini berbahaya karena penyakit ini menular,” tegasnya.

Menjawab soal atap Masjid, Syamsuddin berjanji akan berkoordinasi dengan Bagian Kesra. Semoga bisa dialokasikan anggaran perbaikan pada tahun mendatang.

Soal koperasi yang merajalela, anggota dewan Hj Gina Anggriani meminta pemerintah kelurahan bisa menggunakan dana kelurahan 60 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

Ia menyarankan pemerintah kelurahan membangun koordinasi dan komunikasi dengan perangkat kelurahan seperti RT dan RW, agar dana kelurahan bisa dimanfaatkan untuk menghentikan pinjaman di koperasi.

“Koperasi ini memang mencekik rakyat, karena bunga tinggi,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hj Anggriani menambahkan, dari reses sebelumnya Kelurahan Jatiwangi pada tahun 2020 mendapatkan sejumlah program infrastruktur. Masuknya program ini tentu berkat kesungguhan dewan Dapil Asakota mendorong dan memperjuangkan, sehingga bisa masuk dalam program pemerintah.

“Tahun 2020 ini ada 9 paket proyek yang masuk di Kelurahan Jatiwangi,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *