Bertentangan dengan Bima Ramah, FUI Desak Patung Penyembahan di Wane Dibongkar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Forum Umat Islam (FUI) Bima kembali turun ke jalan memerotes tentang keberadaan patung penyembahan di pantai Wane, Senin (9/3) di Kantor Kabupaten Bupati Bima.

Aksi massa FUI mendesak pembongkaran patung penyembahan di Wane. Foto: Ist

Ketua FUI Bima melalui pernyataan sikapnya meminta patung penyembahan hindu di pantai Wane tersebut wajib dibongkar dengan sejumlah alasan.

Pertama, berada di daerah 100 persen muslim. Kemudian tidak seorang pun umat hindu di Desa Tootangga, serta keberadaannya mengotori akidah umat Islam.

“Patung tersebut juga menjadi tempat maksiat yang keji dan bertentangan dengan kearifan budaya lokal Bima,” tegasnya.

Menurut Asikin, adanya patung penyembahan tersebut juga melanggar motto Bima Ramah yang religius yaitu islami, bukan hindunis. Selain itu, adanya patung tersebut akan mendatangkan bencana dan mala petaka.

“Keberadaannya juga ilegal, tidak ada izin berdasarkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI,” ungkapnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kurniawan

    Salah kah keyakinan lain berada di Bima? Bagaiman kalau minoritas muslim d daerah lain d perlakukan sama? Hemat sy gunakan prosedur y jelas dulu, dasar apa keberadaan patung itu.
    Krn Islam mengajarka jangan menghina y dituhankan orang sehingga orang lain akan menghinakan Tuhan kita. Wallahu alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *