Warga Minta Pemukiman Masjid Nurul Qalbi Diisolasi dan di Rapid Test

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Monggonao, tepatnya di Lingkungan Masjid Nurul Qalbi, Ny Z  merupakan pasien pertama di Kota Bima yang dinyatakan positif terpapar Virus Corona di Kota Bima. Tentu saja, munculnya pasien 01 menimbulkan sejumlah kekhawatiran, terutama untuk warga di lingkungan setempat. (Baca. Seorang Perempuan Warga Kota Bima Positif Covid-19)

Warga Lingkungan Masjid Nurul Qalbi Kelurahan Monggonao Lolyc. Foto: Ist

Sejak diketahui kabar tersebut, warga di lingkungan itu merasa meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah pun diharapkan bisa melakukan upaya pencegahan yang sangat maksimal, termasuk menelusuri interaksi yang dilakukan pasien dimaksud. (Baca. Perempuan Positif Covid-19 Istri Seorang Jemaah Tabligh, Suaminya Masih Tunggu Hasil Swab)

Warga lingkungan setempat, Lolyc mengaku saat ini begitu khawatir mengetahui tetangganya terpapar Covid-19. Ia pun mengingingkan agar pemerintah di tingkat Kelurahan Monggonao maupun Pemerintah Kota Bima bisa lebih aktif melakukan upaya pencegahan. (Baca. Pemkot Bima Imbau Warga tidak Panik, yang Merasa Kontak Fisik dengan Ny Z, Segera Melapor)

“Bila perlu, kami sebagai warga di sini menginginkan agar lingkungan kami ini diisolasi saja. Saya kira ini salah langkah yang segera dilakukan,” katanya, Kamis malam (16/4).

Diakui Lolyc, sehari setelah diketahui Pasien 01 tersebut, pemerintah memang sudah melakukan penyemprotan. Kendati demikian, tidak mengurangi kekhawatiran warga setempat. Apalagi yang sering berinteraksi dengan pasien dimaksud dan orang – orang yang ada di dalam rumahnya. (Baca. Meski Negatif Corona, Suami Ny Z Telah Dikarantina di Lawata)

“Selain penyemprotan dan isolasi lingkungan ini. Perlu kiranya kita juga di Rapid Test. Agar bisa diketahui kondisi beberapa warga reaktif atau tidak reaktif,” inginnya. (Baca. Suami Ny Z Pernah Sholat di Masjid Nurul Qalbi dan Masjid Sultan M Salahuddin, 7 Orang di Rapid Test)

Untuk itu, ia berharap sebagai warga yang rumahnya tidak begitu jauh dengan Ny Z, pemerintah bisa melakukan langkah – langkah pencegahan yang bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Agar rasa kekhawatiran ini tidak terus menghantaui warga. (Baca. Jejak Kontak Fisik Perempuan Terpapar Corona Ditelusuri, Termasuk di Pasar Amahami)

“Kalau kami sebagai warga sih tetap mematuhi semua imbauan pemerintah. Tapi sekali lagi alangkah baiknya jika permintaan kami juga ini bisa dilakukan, seperti isolasi wilayah ini dan warganya dilakukan Rapid Test,” tambah Lolyc.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *