KLS dan Kompas Kelurahan Santi Terima Bantuan dari Rumah Zakat NTB

Kota Bima, Kahaba.- Komunitas Lampa Sama (KLS) dan Kompas Kelurahan Santi mendapatkan paket bantuan program Greenhouse dari Rumah Zakat NTB. Bantuan tersebut berupa 5.000 Polybag tanaman keras dan sayuran serta ribuan bibit ikan lele.

KLS dan Kompas saat menerima kunjungan dari Rumah Zakat NTB, Dinas Pertanian dan TPPID. Foto: Ist

Pembina KLS dan Kompas Kelurahan Santi Erik menyampaikan, untuk mengembangkan kreatifitas serta adanya usaha anak muda maka dibentuklah kelompok untuk mengkoordinir semua kegiatan dan usaha tersebut. Tahun ini, 2 kelompok yang dinaunginya mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat NTB.

“Bantuan dari Rumah Zakat NTB itu mampu menginspirasi warga sekitar untuk terus membangun kawasan hijau dan kawasan lestari integritas,” katanya, Rabu (1/9).

Erik yang juga Ketua RT 08 itu juga menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kunjungan dari TPPID Kota Bima, Kabid Perkebunan, Kabid Penyuluhan dan staf Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bima. Yang sudah melihat dan meninjau secara langsung hasil kreativitas 2 kelompok pemuda tersebut.

Sementara itu Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kota Bima Agus Salim mengaku, KLS memang layak mendapatkan Paket Greenhouse karena telah mampu menginisiasi warga sekitar membangun kawasan Lingkungan Lestari Terintegrasi.

Kawasan ini sudah cukup terintegrasi antara pengembangan tanaman Holtikura, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan. Sistim tata kelola lingkungan yang rantainya saling mengikat antara satu sama lain.

“Ada zona holti-nya, zona ternak, zona kebun buah, zona budidaya ikan air tawar dan zona pembibitan berbagai tanaman,” jelasnya.

Tim TPPID Rangga Babuju juga menyampaikan, pemukiman Lingkungan di Kelurahan Santi sudah tertata apik. Tinggal dipoles sedikit dan dipetakan dengan baik agar kawasan pemukiman penduduk dengan kawasan pemukiman elit tidak timpang.

Kelurahan Santi juga memiliki beberapa kawasan pemukiman dengan tingkat strata sosial yang berbeda. Agar tidak terjadi ketimpangan, maka dibuatkan zona kawasan terintegrasi dan publik space nya. Ini penting bagi lingkungan masyarakat perkotaan saat ini.

“Untuk itu saya inisiasi dan menggerakan kelompok-kelompok pemuda kreatif,” katanya.

Di tempat yang sama Ketua RT 09 Kelurahan Santi  Irvan juga mengungkapkan hal yang sama, Locus kegiatan kelompok ini berada di wilayah RT 09, sehingga dirinya tahu betul bagaimana mereka bergerak sesuai dengan tanggungjawab masing-masing.

“Harusnya ini menjadi contoh bagi semua pihak, bahwa membangun itu harus bersinergis meski beda kompetensi,” tambahnya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *