oleh

Reses, Warga Pane Minta Normalisasi Sungai dan Bedah Rumah

-Kabar Bima-2 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Untuk menyerap aspirasi warga dan diperjuangkan dalam program pembangunan, Anggota DPRD Kota Bima Dapil Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat melaksanakan reses di halaman SDN 17 Kelurahan Pane, Senin (7/9).

Suasana reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat di Kelurahan Pane. Foto: Eric

Anggota DPRD Kota Bima Taufik HA Karim menyampaikan, agar agenda reses ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Karena aspirasi yang disampaikan, dapat diperjuangkan dan menjadi program prioritas pembangunan ke depan.

“Aspirasi warga langsung kami terima dan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada APBD dan juga APBD Perubahan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Gemini Kelurahan Pane Abdul Mahrun menyampaikan, saat ini kondisi di kelurahan setempat membutuhkan sentuhan program pemerintah. Terutama drainase yang tersumbat, perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak akibat banjir, hingga meminta sumbangan pribadi wakil rakyat untuk pembangunan masjid.

“Semoga aspirasi kami ini dapat diperjuangkan, terutama pengerukan kali yang berada di belakang SDN 17. Begitu juga sejumlah drainase di RT yang tersumbat, semoga segera dikeruk, karena musim hujan segera tiba,” katanya.

Warga RT 10 Harisah menginginkan agar bantuan bedah rumah dapat terealisasi. Karena sampai saat ini terdapat 2 warga yang bekerja sebagai pemulung tidak pernah mendapatkan bantuan.

“Ini sudah disampaikan kepada RT dan pemerintah kelurahan, tapi belum ada respon,” bebernya.

Menjawab aspirasi warga tersebut, anggota dewan Sudirman DJ berjanji bersama seluruh anggota lain berusaha mewujudkannya. Terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Seperti  normalisasi sungai dan juga peningkatan mutu pendidikan hingga tempat ibadah.

“Normalisasi sungai, sarana dan prasarana pendidikan dan tempat ibadah Inshaa Allah akan diperjuangkan dalam APBD tahun 2021. Untuk itu sampaikan kepada kami proposalnya, nanti akan kami perjuangkan bersama,” katanya.

Terkait bedah rumah, Lurah Pane Muammar mengakui tahun ini ada 20 paket bantuan bedah rumah. Hanya saja karena Pandemi Covid-19, ditunda untuk sementara waktu.

Mendapat informasi tersebut, Sudirman DJ langsung menghubungi Dinas Perkim untuk menanyakan perihal bantuan bedah rumah tersebut. Hasil komunikasi bersama instansi terkait, Pemerintah Kota Bima akan berupaya dapat mewujudkan di tahun 2020.

“Hasil komunikasi dengan Dinas Perkim, Kelurahan Pane mendapatkan jatah 10 bantuan bedah rumah. Untuk itu lurah mendata rumah yang tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru