oleh

Polemik Perencanaan Proyek Lapak, CV Cakrawala Milik Lokal yang Dipinjam Pakai

Kota Bima, Kahaba.- Polemik soal dugaan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR yang mengambil alih pekerjaan konsultan perencanaan proyek pembangunan Lapak Lapangan Pahlawan Raba, kini menunjukan fakta baru. (Baca. Kabid Cipta Karya Diduga Konsultan Perencana Proyek Lapak dan Palsukan TTD)

Polemik Perencanaan Proyek Lapak, CV Cakrawala Milik Lokal yang Dipinjam Pakai
Direktur CV Cakrawala Consultan Jefri Sani. Foto: Bin

Jika sebelumnya, Fahad selaku Kepala Bidang Cipta Karya mengaku CV yang mengerjakan perencanaan proyek tersebut berada di luar daerah Bima, dan memiliki perwakilan di Bima. Namun kenyataannya, perusahaan CV Cakrawala bertempat di Kota Bima, tepatnya di Kelurahan Rabadompu Barat.

Itu diketahui setelah sejumlah pekerja media mencari tahu keberadaan perusahaan dimaksud. Dan ditemukan bahwa benar CV Cakrawala berlokasi di Kota Bima.

Direktur CV Cakrawala Consultan Jefri Sani yang dikonfirmasi membenarkan perusahaan itu miliknya dan bukan berlokasi di luar daerah.

“Iya punya saya, saya direkturnya,” ujar Jefri, Selasa (30/3).

Terkait pemberitaan sebelumnya yang memuat dugaan Kabid Cipta Karya itu yang mengerjakan perencanaan proyek Lapak Lapangan Pahlawan Raba, Jefri mengaku tidak tahu menahu. Karena perusahaannya memang sengaja dipinjam untuk perencanaan proyek tersebut.

“CV saya memang dipinjam, dan saya hanya dapat persentase,” katanya.

Jefri mengungkapkan, awalnya ia didatangi oleh RZ warga Kelurahan Sadia, yang juga berprofesi sebagai konsultan swasta, meminjam perusahaan miliknya untuk pekerjaan yang diberikan oleh Fahad.

“Iya saat datang mau pinjam, saya diberitahu RZ jika ada pekerjaan dari Fahad,” terangnya.

Disinggung soal sikap Kabid Cipta Karya yang mendatangi ruangan Bagian Keuangan untuk memperlancar urusan administrasi dan pencairan uang perencanaan, Jefri menjawab tidak tahu. Dirinya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk urusan di keuangan.

“Selaku pemilik perusahaan, saya sudah memberikan kuasa perusahaan untuk RZ mengerjakan pekerjaan tersebut. Selebihnya urusan pekerjaan, apalagi soal uang saya tidak tahu,” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru