oleh

Belum Muncul Perhatian Pemerintah, Warga Kambilo Gotong Royong Bangun Jembatan

-Kabupaten Bima-Dibaca 163 kali

Kabupaten Bima, Kahaba.- Berbekal kebersamaan dalam budaya gotong royong yang masih melekat di kehidupan masyarakat Desa, akhirnya pembangunan jembata kayu yang menjadi akses menuju kebun dan ladang masyarakat Desa Kambilo Kecamatan Wawo dapat diselesaikan dengan baik, Selasa (16/11).

Belum Muncul Perhatian Pemerintah, Warga Kambilo Gotong Royong Bangun Jembatan - Kabar Harian Bima
Warga desa kambilo kecamatan wawo saat gotong royong bangun jembatan. Foto: firman

Pembangunan jembatan kayu ini merupakan kedua kalinya, sementara pembangunan pertama kali dibangun sekitar 2 tahun lalu. Hanya saja di awal musim hujan ini, jembatan tersebut hanyut dibawa banjir.



Jembatan Sori Lando, begitu masyarakat setempat menyebutnya, menghubungkan ke tanah pertanian berupa lahan kebun dan ladang warga yang luasnya mencapai ratusan hektar. Wilayah pertanian tadah hujan ini merupakan sumber dari kehidupan masyarakat setempat dengan mengandalkan komoditi Jagung Hibrida.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemuda, unsur wanita, unsur pemerintah desa menjadi penggerak pelaksanaan swadaya pembagunan jembatan kayu tersebut. Hanya butuh setengah hari jembatan dengan diameter 4 kali 2 meter ini mampu diselesaikan dan bisa digunakan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Budiman Talib menuturkan, kegiatan ini bentuk memiliki dan rasa tangung jawab terhadap keberlangsungan kegiatan pertanian yang merupakan mata pencaharian mayoritas warga.

“Meski ini sifatnya alternatif, tetapi tentunya ini memiliki fungsi yang begitu penting untuk kegiatan tani di sini,” ungkapnya.

Menurut Budiman, kegiatan pertanian saat ini baru dimulai sarana jalan dan jembatan menjadi kebutuhan dasar untuk menunjang aktifitas pertanian. Mulai dari pengangkutan pupuk, pembersihan lahan menanam, penjagaan hingga memasuki masa panen nanti tentunya membutuhkan akses jalan dan jembatan yang baik.

“Sarana jalan dan jembatan yang baik akan berpengaruh pada kesuksesan hasil pertanian warga, karena memangkas biaya produksi,” ujarnya.

Karena ini jembatan sifatnya sementara karena dibuat secara manual, pihaknya tetap berharap ada perhatian pemerintah, baik itu pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bima supaya memprioritaskan pembangunan jembatan permanen di tempat ini.

“Ini harapan kami dan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak,” tutupnya.

*Kahaba-08


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru