oleh

Mantan Aktivis PRD Pahlawan Masker

-Opini-0 kali dibaca

Oleh: Hazairin*

Delian Lubis (Baju Merah) saat membagikan masker. Foto: Ist

Langkah kongkrit Delian Lubis yang dilakukan secara kontinyu untuk memproduksi masker gratis dan dibagikan kepada warga, dinilai sebagai upaya serius mengatasi pandemi covid 19. Sebab dari sudut pandang apapun, apa dilakukan oleh Delian Lubis tidak punya celah untuk dikritisi. (Baca. Jahit Ribuan Masker, Delian Lubis dan Ibunya Berjuang untuk Kemanusiaan)

Memproduksi masker untuk dibagi gratis kepada masyarakat bukan perkara muda. Memerlukan jiwa besar, mentalitas dan karakter serta jiwa kepribadian yang mudah berempati dengan masalah-masalah kemanusiaan.

Imbauan Delian Lubis agar masyarakat tidak menjualbelikan masker kepada pengguna dimaksudkan untuk tidak membebani masyarakat yang sedang dihantau secara psikologis akibat pandemi covid 19 dan memangkas potensi munculnya tabeat manusia yang hendak mencari untung di atas penderitaan masyarakat.

Seyogyanya, institusi sosial kemasyarakat seperti HMI, PMII, KNPI, maupun organisasi keagamaan seperti MUI dan Muhammidayah bahkan pimpinan perguruan tinggi, juga turut melakukan memproduksi masker sebagai sikap moral yang kongkrit terlibat dalam agenda kemanusiaan ditengah meluasnya wabah Covid-19.

Bahu membahu dan saling berlomba melakukan kebaikan untuk keperluan  masyarakat adalah refleksi mempertegas kualitas sikap dan kualitas berfikir menyelami betapa penting terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan.

Betapa penting mengedor kesadaran komunitas sosial, komunitas akademisi, bahkan komunitas politisi, agar bersatu padu dan bergandengan tangan menjadi garda terdepan memperkuat upaya-upaya positif pemerintah dalam skala yang luas. Sehingga masyarakat dan pemerintah bertemu pada kesadaran yang sama yakni menyelamatkan nyawa manusia melalui salah satu cara memproduksi dan membagi masker gratis.

Delian Lubis adalah contoh kongkrit dan aktual yang mengisi budi kebaikan untuk kepentingan kemanusiaan dalam situasi meluasnya wabah covid 19 yang belum kunjung meredah.

*Aktivis 98 dan Penulis Buku Nurani Keadilan

Komentar

Kabar Terbaru