oleh

Pendekatan Baru Supervisi Akademik

-Opini-55 kali dibaca

Oleh: Safruddin

Kepala SMK Negeri 1 Kota Bima Safruddin. Foto: Ist

Pendahuluan
Kegiatan supervisi merupakan usaha memberi layanan kepada guru-guru secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki mutu kegiatan pembelajaran. Tetapi pelaksanaan di lapangan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kegiatan supervisi pada prinsipnya memberikan motivasi dan bimbingan bagi guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya. Supervisi yang dilakukan pengawas pendidikan idealnya membawa perubahan pada kinerja guru. Pengawas pendidikan dalam konteks ini harus peka terhadap permasalahan yang dihadapi guru, mampu mengarahkan dan memberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi guru sampai tuntas.

Seharusnya dalam penyelenggaraan supervisi akademik diperlukan usaha dan kerja sama antara pengawas sekolah bersama guru mengenai sudut pandang tentang hakekat dan tujuan dari pelaksanaan supervisi akademik serta seperti apa dan bagaimana supervisi yang diinginkan. Maka pendekatan baru baru dalam pelaksanaan supervisi akademik harus diupayakan untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Harus dipahami adalah “Guru adalah sumber daya manusia di sekolah, bahkan merupakan tumpuan utama peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Maka upaya-upaya dalam rangka menjaga mutu SDM (guru) harus terus diupayakan.

Pendekatan Baru Supervisi Akademik

Pendekatan baru dalam pengawasan akademik menempatkan pengawas dan guru harus dalam hubungan “sahabat”, di mana pengawas menganggap guru sebagai “sahabat” dan sebaliknya. Hakekatnya supervisi akademik adalah kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi baik personal maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar-mengajar yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan.

Paradigma bahwa supervisi adalah segala usaha dari pengawas sekolah dalam membimbing guru dan petugas pendidikan lainnya untuk memperbaiki dan mengembangkan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan harus dibangun bersama dalam sebuah kondisi dan suasana yang “sahabat”. Selama ini yang terlihat adalah konteks hubungan guru dan pengawas yang terpola adalah hubungan yang yang bersifat atasan dan bawahan.

Saat ini perubahan dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0 di mana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif. Dalam dunia pendidikan, persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di sekolah harus dibangun sehingga mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy. Kondisi ini bisa tercapai dengan dukungan guru yang kompeten dan proses pembelajaran yang bermutu serta dengan dukungan pelaksanaan supervisi yang menjamin proses berjalan sesuai standar dan tujuan yang bermuara pada pendidikan yang bermutu.

Oleh karena itu, penting dalam pelaksanaan supervisi akademik seorang pengawas memahami kebutuhan guru dalam layanan profesional kepengawasan sehingga mampu mengembangkan dan menyusun assessment yang tepat dalam pelaksanaan supervisinya. Hal ini dapat tercapai apabila pelaksanaan kegiatan supervisi menempatkan hubungan antara guru dan pengawas dalam suasana dan kondisi yang sahabat, dimana antara pengawas dan guru dibangun hubungan yang harmonis dan sahabat dan bukan hubungan antara atasan dan bawahan seperti yang dipraktekkan selama ini. Guru masih diperlakukan sebagai obyek yang dinilai, sehingga terlihat jarak yang jauh antara guru dengan pengawas. Pengawas tidak lagi harus memposisikan diri sebagai orang yang paling paham dalam praktek pendidikan tetapi mulai membangun dan memberdayakan kemampuan yang dimiliki oleh guru untuk maju bersama dan bersama maju meningkatkan mutu pendidikan.

Pola ini penting dibangun melihat potensi guru dengan berbagai latar belakang keilmuan dan jenjang pendidikan serta didukung dengan berbagai kompetensi yang dimiliki oleh guru yang bersumber dari berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang diikutinya. Disisi lain banyak SDM guru saat ini yang memiliki latar belakang keilmuan Strata Dua (S2), misalnya di SMK Negeri 1 Kota Bima terdapat 5 (lima) orang guru dengan latar belakang keilmuan S2. Tentu pendekatan pengawasan akademik baru menjadi tuntutan untuk mengoptimalkan potensi guru dengan berbagai latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki.

Implementasi Pendekatan Baru Supervisi Akademik

Pada gagasan inovasi pendekatan supervisi akademik dengan pendekatan “”sahabat” ini, baik pengawas maupun guru secara bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan struktur, proses dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru. Hubungan yang dibangun adalah hubungan “sahabat” antara pengawas dan guru bukan hubungan antara atasan dan bawahan. Pendekatan memungkinkan terjadinya kolaborasi yang baik antara pengawas dan guru. Melalui pendekatan ini pengawas mengidentifikasi dan memahami kebutuhan guru yang disupervisi agar dalam melakukan supervisi dapat diperoleh hasil yang memuaskan sebagaimana yang diharapkan karena sangat dimungkinkan data yang diperoleh objektif serta mampu memberikan solusi bagi permasalahan guru yang muncul secara tepat.

Pada pendekatan supervisi akademik dengan pendekatan “”sahabat” pengawas bertindak sebagai mitra kerja, mencoba memahami apa yang dilakukan oleh guru yang diamati, berbagi kepakaran dan pengalaman karena belum tentu pengawas menjadi orang yang paling tahu dibandingkan guru padahal banyak juga guru yang memiliki kompetensi berupa karya inovasi dan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang bermutu yang semuanya bermuara pada membantu guru dan berkembang menjadi tenaga-tenaga professional.

Hubungan yang harmonis dan “sahabat” antara pengawas dan guru harus benar-benar dibangun untuk terbentuknya hubungan yang baik, harmonis, tidak tegang bahkan sebaliknya yang muncul adalah suasana akrab dan saling memahami antar satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi karena supervisor menempatkan dirinya sebagai “sahabat” bagi guru yang disupervisi bukan sebagai pengawas yang mencari kesalahan dari guru sehingga tujuan pengawan dapat tercapai. Di samping itu pendekatan supervisi akademik dengan pendekatan ”sahabat” memberikan ruang bagi guru untuk mendapat kesempatan yang luas guna menyampaikan ide ataupun problem yang muncul dalam proses pembelajaran yang dihadapi kepada pengawas. Dari hasil diskusi yang dibangun akan lahir ide-ide baru yang merupakan jalan pemecahan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran yang dihadapi oleh guru.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dalam rangka mewujudkan guru yang profesional perlu adanya kegiatan peningkatan mutu guru. Adapun cara meningkatkan mutu guru dapat melalui beberapa cara seperti menerapkan fungsi pengembangan, pembinaan, kompensasi dan fungsi pengawasan (supervisi). Pelaksanaan supervisi pendidikan sangat penting dalam penjaminan mutu pendidikan untuk pencapaian standar nasional pendidikan. Pelaksanaan supervisi diarahkan pada pembinaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang baik.

Penutup

Guru adalah sumber daya manusia di sekolah, bahkan merupakan tumpuan utama peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu upaya pengembangan kompetensi guru seharusnya menjadi perhatian penting setiap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan pendidikan. Untuk memastikan bahwa kompetensi guru meningkat dalam kegiatan pembelajaran maka peran pengawas melalui kegiatan supervisi menjadi aspek penting untuk menjamin proses pembelajaran yang berkualitas melalui guru yang kompetensi yang baik. Supervisi akademi dengan pendekatan “sahabat” dapat menjadi solusi untuk membangun sebuah sistem supervisi yang menghasilkan pendidikan yang bermutu. Guru, kepala sekolah dan pengawas harus bersama-sama melangkah dengan ritme yang harmoni dalam suasana yang “sahabat” menuju tercapainya pendidikan yang bermutu di sekolah.

#SMKBISA
#SMKHEBAT
#SMKBISAHEBAT

*Penulis Kepala SMK Negeri 1 Kota Bima

Komentar

Kabar Terbaru