Sanusi: Pengusulan Sertifikasi Saya Tidak Tahu

Kota Bima, Kahaba.- Dugaan rekayasa pengusulan salah satu dari 483 guru calon penerima sertfikasi tahun 2013 atas nama Syafrudin, pengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMKN 3 Kota Bima ditanggapi Kepala Sekolah setempat, Sanusi, S.Pd, M.Si

Data pengusulan seorang guru sertifikasi yang tidak rasional. Sumber: http://sergur.kemdiknas.go.id

Data pengusulan seorang guru sertifikasi yang tidak rasional. Sumber: http://sergur.kemdiknas.go.id

Kata Sanusi, dirinya tidak mengetahui jika ada pengajar yang lulus UKG (Ujian Kompetensi Guru) yang di usulkan mendapat sertifikasi di tahun 2013. “Saya tahu dari berita media. Dan Saya sekali kaget jika Syafrudin diusulkan untuk sertifikasi tahun ini,” ujarnya kepada Kahaba, Jum’at, 30 Agustus 2013 di ruangannya.

Sanusi mengatakan lebih lanjut, mungkin saja Syafrudin diusulkan sejak kepemimpinan Kepala Sekolah yang lama. “Saya baru setahun jadi Kepala Sekolah dan sekali lagi Saya tidak tahu mengenai hal itu,” elaknya.

Semestinya, dalam pengusulan sertifikasi seorang kepala sekolah membuat pernyataan kaitan dengan siapa saja yang diusulkan. Namun, Sanusi berkali-kali mengaku tidak mengetahui akan hal itu. Dan karena hal ini menyeret jabatan dan nama baik sekolah, rencananya ia akan koordinasikan dengan kantor Dinas Dikpora dan BKD Kota Bima untuk di klarifikasi.

“Saya tidak ingin terjerat dalam kaitan hukum untuk masalah Syafrudin. Karena nanti akan berimbas pada yang lainnya,” tandas Sanusi.

Ia pun menjelaska, saat pertama kali menduduki jabatan Kepala Sekolah di SMKN 3 Kota Bima, juga pernah terungkap masalah merekayasa data untuk usulan sertifikasi ini,. Ia pun mengakui pernah dipaksa untuk menandatangani pengusulan guru dengan memainkan data sebagai syarat lulus utnuk dapat uang sertifikasi. “Saat itu, saya katakana kepada yang bersangkutan, silahkan Bapak tembak saya dan langsung menjadi kepala sekolah saja menggantikan Saya,” katanya.

Terakhir, Sanusi mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak ingin mempertanggungjawabkan persoalan yang memang tidak pernah dilakukannya. “Saya tidak ingin terjerat, itu intinya,” tutrnya. [BK]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *