Jelang Pilpres, Petani Harap Harga Bawang Merah Stabil

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang, ribuan petani bawang merah di Desa Sai dan Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, berharap bawang stabil seperti tahun sebelumnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga Desa Sampungu, Hartono mengatakan, bulan Juli nanti semua bawang merah yang ditanam petani saat ini akan dipanen secara serentak. Jika harga masih stabil seperti tahun sebelumnya, tentu akan menguntungkan petani.

”Tahun 2013 lalu, harga bawang merah melonjak hingga Rp 4 Juta lebih. Tahun ini juga kami harap harganya tidak mengalami penurunan seperti tahun sebelum,” ujarnya.

Kata dia, panen serentak petani bawang merah diperkirakan bulan Juli mendatang, bertepatan dengan Pilpres. Harapan pun disampaikan, Pemerintah Daerah maupun Pusat bisa melihat nasib para petani.

Harapan yang sama juga disampaikan petani lain, Amrin. Pria asal Desa Sai itu mengatakan. Harga bibit bawang merah saat ini mencapai Rp 3 – 4 Juta per kwintal. Hal itulah yang membuat para petani berharap banyak, agar harga bawang yang ditanam tetap stabil kendati menghadapi pesta demokrasi Juli nanti. ”Kalau bibitnya mahal, saat panen juga nanti harga harus mahal,” tuturnya.

Saat ini, ia melanjutkan, bawang terancam hama ulat yang setiap waktu bisa saja merusak. Dengan kondisi tersebut, petani harus mengantisipasi dengan banyak membeli obat hama ulat. ”Kenaikan harga bawang merah ini, tergantung Pemerintah. Jika Pemerintah tidak menerima bawang impor, tentu bawang lokal harganya akan melambung tinggi,” tambahnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *