Berapa Realisasi Dana FKN, Masih Dipertanyakan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Berapa dana yang digunakan untuk Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX Tahun 2014 di Bima masih menjadi pertanyaan. Karena kabarnya, dari Rp 2,1 Miliar yang dialokasikan Pemerintah, hanya direalisasikan sebesar Rp 800 juta untuk seluruh kegiatan FKN.

Rombongan Kesultanan Bima. Foto: Bin

Rombongan Kesultanan Bima pada FKN Bima. Foto: Bin

Hingga saat ini, belum ada kejelasan berapa sebenarnya anggaran untuk kegiatan bertema budaya itu. Bahkan Sekda Kabupaten Bima Drs. HM. Taufik mengaku belum mendapatkan laporan dari Dinas terkait.

DPRD Kabupaten Bima juga mempertanyakan apa alasan Pemkab Bima merealisasikan anggaran untuk FKN begitu minim, sehingga banyak yang menilai pelaksanaan FKN tak maksimal.

“Kami belum tahu pasti berapa realisasi dana yang digunakan untuk FKN kemarin. Kami juga masih menunggu laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima,” ujarnya, Rabu (10/9).

Sekda mengakui jika anggaran untuk FKN yang tertuang dalam APBD Tahun 2014 sebesar Rp 5 Miliar. Karena adanya pertimbangan dana terlalu besar, Pemerintah bersama dewan akhirnya dikurangi hingga menjadi Rp 2,1 Miliar. “Pemangkasan anggaran itu untuk dialihkan ke sejumlah program pembangunan lain,” jelasnya.

Kata Taufik, status dana kegiatan FKN itu bukan dana hibah, tapi ditempatkan pada pos untuk program kerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima, sehingga pengelolaan sepenuhnya pada Dinas tersebut, bukan panitia kegiatan.

“Jika informasinya realisasi hanya Rp 800 juta, itu sah-sah saja. Karena selain untuk biaya akomodasi para raja dan Sultan, Dinas menggunakan anggaran itu juga untuk perbaikan Museum dan kegiatan lain,” terangnya.

Jika muncul kekurangan biaya pembayaran penginapan Raja dan Sultan, lanjutnya, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk membayar, tapi harus disertai dengan bukti kekurangannya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *