Lakpesdam NU Gelar Training of Trainer

Kota Bima, Kahaba.- Lakpesdam NU Kabupaten Bima kembali menggelar pelatihan. Kegiatan kali ini bertajuk Training of Trainer (TOT) dengan tema Pencegahan dan Mediasi Konflik Untuk Aktor Perdamaian.

Suasana pelatihan yang dihelat Lakpesdam NU. Foto: Erde

Suasana pelatihan yang dihelat Lakpesdam NU. Foto: Erde

Kegiatan yang digelar di Hotel La Ila Kota Bima, selama dua hari Sabtu (23/5) hingga Minggu (24/5) itu dibuka secara resmi Asisten I Setda Pemerintah Kabupaten Bima Drs. H. Abdul Wahab dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bima, Murni Suciyati dan Pimpinan Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bima, Drs. H. Nurdin Abdullah.

Damhuji, M.Pd selaku Pelaksana Program menjelaskan, pelatihan tersebut bertujaun menciptakan kader lokal yang mampu mengembangkan kerja-kerja mendorong inklusifitas di tengah masyarakat, melakukan pencegahan dan mediasi konflik di wilayah dan organisasi masing-masing, dan memahami arah advokasi untuk masyarakat minoritas agama.

Selain itu lanjutnya, menciptakan kader yang mampu menjadi fasilitator perdamaian untuk training perdamaian di wilayah dan organisasi masing-masing, termasuk di dalamnya memiliki kemampuan untuk melakukan pencegahan dan mediasi terhadap konflik laten dan manifest.

“Kami berharap peserta memahami upaya pencegahan dan mediasi konflik serta beragam trik, tips dan pendekatan yang dapat diterima dengan baik,” paparnya.

Peserta diharapkan pula memahami bagaimana bekerja di wilayah rawan konflik, memahami bagaimana menjadi mediator dan etika serta aturan yang harus dipatuhi, dapat memahami cara dan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan pencegahan dan mediasi konflik di wilayah masing-masing dalam upaya membangun inklusi sosial, serta memiliki pemahaman terkait pencegahan, mediasi, latar belakang, aktor dan hal lain terkait konflik dan penyelesaiannya.

“Ada sebanyak 15 peserta yang kami libatkan. Mereka berasal dari berbagai unsur, yakni Desa Oi Bura 4 orang, Kecamatan Tambora 4 orang, FKUB, Kampus, Media, Aktivis Pro Inklusi, SKPD dan OKP 7 orang,” terangnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Lakpesdam NU, Abdul Haris, S.Sos, mengungkapkan, dari 15 peserta yang mengikuti pelatihan akan disiapkan untuk menjadi aktor perdamaian. Mereka akan dibina untuk memberikan pelatihan lagi di wilayah dan organisasi masing-masing. Termasuk nantinya, bagi peserta dari Kecamatan Tambora sebagai titik sentral program kita akan memberikan pelatihan bagi para pemuda dan warga disana.

“Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dari PNPM Peduli Fase II yang diluncurkan Pemerintah Indonesia bekerjsama dengan The Asia Foundation (TAF). Dimana Lakpesdam NU dipercaya menjadi salah satu organisasi pelaksana program. InsyaAllah, kegiatan serupa akan tetap kami laksanakan dan berkelanjutan,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *