Guru SMKN 2 Kota Bima Ngamuk Dimutasi

Kota Bima, Kahaba.- Tidak terima dimutasi, seorang guru di SMKN 2 Kota Bima, Drs. Jasman, mengamuk. Ia memecahkan etalase piala maupun trovi yang ada di ruang Kepala Sekolah setempat, Rabu (16/6) siang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pria yang mengajar Pendidikan Jasmani itu ngamuk karena menilai mutasi dirinya di SMKN 1 Kota Bima tersebut tidak adil, apalagi selama ini dia telah berjasa bagi sekolah setempat. Padahal ada sejumlah guru yang malas mengajar, justeru tidak dimutasi.

Tidak hanya Jasman, dua guru lain juga ikut diumtasi. Masing-masing Drs. Dulmawel yang mengajar Bahasa Inggris dan Syafrudin pada jurusan ekonomi.

Guna menanyakan kejelasan alasan mutasi, Jasman pun mendatangi ruang Kepsek, Syamsudin. Namun merasa tak puas atas jawaban Kepsek, Jasman pun melampiaskan kekesalan dengan memecahkan etalase piala maupun trovi yang ada dalam ruangan dimaksud dengan batang kayu. Hingga kaca pecah dan piala berantakan.

“Saya tak keberatan dimutasi. Tapi saya ingin tahu alasan kami dimutasi. Kepsek saat ditanya justeru menjawab tidak tahu dan menyebut keputusan tersebut adalah kebijakan dari pimpinan,” ujarnya.

Menurut dia, tidak mungkin Kepsek sebagai pimpinan sekolah tidak mengetahui alasan mutasi dimaksud. Sebagai pimpinan yang paham aturan, jika kami punya salah, tentu harus ada pembinaan awal, bukan langsung dimutasi.

Jasman pun menyebutkan, sejumlah nama yang dinilainya layak untuk dimutasi. Seperti Munawir, yang sudah satu tahun tidak mengajar. Bahkan yang bersangkutan pernah mengancam Kepsek karena tak mau tandatangani sertifikasi.

Kemudian, sambungnya, Syarifudin guru Bahasa Inggris, yang juga dinilai malas, Nuraini rajin namun memiliki masalah, dan yang lainnya guru Carles yang juga dikenal malas. “Kenapa mereka itu tak diproses?,” tanyanya.

Ia mengklaim, selama mengajar di SMKN 2 dirinya merasa selalu mengharumkan nama sekolah. Sebagai pelatih tim sepak bola pada ajang Liga Pelajar Indonesia (LPI), wasit voli, begitu juga kejuaran untuk Kota Bima beberapa waktu lalu. “Makanya saya sempat marah-marah,” tuturnya.

Karena menilai tidak adil, kata dia, masalah tersebut sudah dilaporkan ke Asisten III. Rencanannya, dia juga akan melaporkan ke Wakil Walikota.

Sementara itu, Kepsek SMKN 2 Kota Bima Syamsudin mengaku, terkait masalah mutasi itu dirinya hanya melaporkan saja ke Dinas Dikpora. Selanjutnya mengenai keputusan adalah kebijakan Dikpora. Tapi saat ditanya alasan Jasman dipindah, Syamsudin mengaku tak tahu.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *