Berprestasi Ditengah Keterbatasan, SMP 13 Butuh Perhatian

Kota Bima, Kahaba.- Meski fasilitas sangat terbatas, tak menyurutkan semangat civitas SMP Negeri 13 Kota Bima mengukir prestasi. Sekolah satu atap dengan SDN 29 Kota Bima di Kelurahan Tanjung itu telah mengharumkan nama Daerah hingga tingkat Provinsi.

SMP 13 Kota Bima Berada di lantai atas. Di bawah, ditempati SDN 29. Foto: Bin

SMP 13 Kota Bima Berada di lantai atas. Di bawah, ditempati SDN 29. Foto: Bin

Beberapa prestasi yang pernah ditoreh yakni juara dua Karya Ilmiah Remaja tingkat Kota Bima dan mewakili Kota Bima ditingkat Provinsi NTB. Juara 1 Sepakbola empat tahun berturut – turut, mulai tahun 2010-2013, dan mewakili SLTP Kota Bima dalam kejuaraan LPI tingkat Provinsi NTB dan pernah mewakili Kota Bima pada Olimpiade IPS Tahun 2013.

“Namun prestasi tersebut justeru diraih tanpa adanya fasilitas. Kita tidak punya lapangan Sepakbola, tapi bisa menjadi juara. Begitupun fasilitas lain, tidak ada samasekali,” ujar Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 13 Kota Bima, Abdul Rauf, Rabu (2/9).

Sekolah yang berdiri sejak Tahun 2006 itu berada di lantai dua dan hanya memiliki 8 ruangan. 7 unit dilantai dua, satu unit dilantai dasar. Sementara keseluruhan lantai dasar ditempati SDN 29 Kota Bima. Jumlah siswa SMP Negeri 13 Kota Bima Tahun ini sebanyak 182 orang.

“Kami hanya punya satu WC yang dipakai oleh seluruh Guru dan Siswa, kami tidak memiliki ruang BK dan OSIS, Mushollah dan kantin tidak ada, Laboratorium juga tidak ada karena dipakai untuk ruangan TU. Bahkan, ruang Kepala Sekolah pun tidak ada,” sebutnya.

Menurut Rauf, berada dalam satu atap dengan sekolah lain acapkali menganggu kenyamanan mengajar dan belajar siswa. Seperti masalah jam istrahat antara SMP Negeri 13 dengan SD 29 yang tidak bersamaan. Jika salah satu sekolah istrahat, maka konsentrasi siswa dan mengajar guru akan menjadi terganggu.

“Terganggunya ya karena ributnya siswa saat mereka istrahat. Karena namanya anak-anak susah untuk diatur saat istrahat,” katanya.

Kondisi aktifitas sekolah yang serba kekurangan selama 10 tahun tersebut sudah pernah disampaikan ke Kepala Dinas Dikpora Kota Bima. Pun Komite sekolah turut berpartisipasi menyampaikannya. Namun, hingga kini tak kunjung diperhatikan.

“Ya selama ini hanya janji – janji saja. Terakhir Janji Kepala Dinas Dikpora, Tahun ajaran 2015-2015 SMP Negeri 13 akan memiliki sekolah sendiri. Bahkan ada rencana SDN 29 akan digabung dengan SDN yang ada disebelah, namun hingga September Tahun ini, tidak ada kabar,” keluhnya.

Ia mengakui, sekolah tersebut belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bima. Namun tetap terbesit harap, jika suatu saat nanti mereka akan memiliki sekolah sendiri, yang mampu menunjang kebutuhan mengajar dan mengukir prestasi siswa.

“Kita ingin ada sekolah tersendiri dan terpisah dari SDN 29 Kota Bima. Karena harapan kita bagaimana ssiwa disini memiliki fasilitas yang memadasi seperti sekolah lain,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *