Reses di Lelamase, Warga Curhat di Dewan Dapil 3

Kota Bima, Kahaba.- Agenda hari kedua, Jumat (25/9) Reses Anggota DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan (Dapil) 3 bertempat di Lingkungan Sori baru Kelurahan Lelamase, Kecamatan Rasanae Timur.

DPRD Kota Bima Dapil 3 saat Reses di Kelurahan Lelamase. Foto: Bin

DPRD Kota Bima Dapil 3 saat Reses di Kelurahan Lelamase. Foto: Bin

Kehadiran 9 orang Wakil Rakyat Kota Bima, masing – masing Syahbudin, M. Safi’i, Nazamudin, H. Armansyah, Syamsurih, M. Irfan, Edi Ihwansyah, Taufikurrahman, dan H. Ridwan Mustakim itu dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan isi hati mereka dan mengusulkan sejumlah program.

Lurah Lelamase Zainul Arifin pada kesempatan pembukaan kegiatan menyampaikan ucapan terimakasih kepada 9 orang anggota DPRD Kota Bima Dapil 3, yang telah memilih Lelamase untuk lokasi Reses.

Ia juga menyebutkan sejumlah Program Pemerintah yang sudah berjalan dan belum terlaksana. Seperti, rumah kumuh sebanyak 22 unit sedang dalam tahapanpembangunan dan masih tersisa sebanyak 93 rumah yang belum dialokasikan.

Kemudian listrik gratis, sekitar 15 unit rumah sudah direalisasikan, masih tersisa sebanyak ratusan lebih rumah yang belum diakomodir. Lalu, air gratis sebanyak 200 rumah, masih tersisa sebanyak 625 rumah.

“Untuk lahan pertanian dan perkebunan, Dam di Lelamase sudah ada, tapi di lingkungan Sori Baru belum ada. Kemudian pelebaran jalan baru 4,5 Kilometer, semoga tahun ini bisa ditambah, sampai diwilayah Lelamase. Mohon dipenuhi permintaan kami,” harapnya.

Muhammad M. Tayeb, warga setempat, karena dirinya juga Ketua Pengurus Masjid Baitul Rahim Lelamase, meminta kepada wakil rakyatnya untuk memperhatikan kondisi atas Masjid yang sudah Bocor. Kemudian kondisi pagar SDN 64 Kota Bima yang juga sudah rusak.

Warga lain, M. Hasan meminta agar kuburan Lelamase dan Lingkungan Sori Baru dipagar. Karena ternak merusak kuburan yang ada.

Salah seorang warga Lelamase saat menyampaikan aspirasi. Foto: Bin

Salah seorang warga Lelamase saat menyampaikan aspirasi. Foto: Bin

Sementara itu, Arifudin warga Kelurahan Dodu, menceritakan masalah proyek air bersih di Kelurahan setempat. Dulu, kata dia, pemilik proyek dengan masyarakat pada kesepatakan, apabila terjadi kekeringan maka akan dibuatkan keran dan pipa untuk mengairi sawah. Namun hingga saat ini tidak terealisasi.

“Mohon diperhatikan maslaah janji dalam kesepatakan itu Pak Dewan. Kasihan petani di Lelamase dan Kodo, jika kekeringan maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik,” pinta pemuda tersebut.

Kemudian, Ketua Karang Taruna Lelamase Masjudin, meminta agar jalan ekonomi dari Kantor Lurah ke So Sori Mpeka, sepanjang 4 Kilo di aspal. Karena warga yang memiliki hasil panen sebanyak tiga kali dalam setahun, kesulitan mengangkut hasil pertanian dengan kondisi jalan yang rusak. “Kami juga minta lampu jalan, pengadaan alat dan baju olahraga,” inginnya.

Dari ibu – ibu, Salmah, meminta agar Pemerintah membebaskan lahan untuk dijadikan lapangan bagi kegiatan masyarakat, yang juga bisa dimanfaatkan untuk lapangan bola voli dan sepakbola. “Mohon juga dibangun kantor Posyandu, karena sampai sekarang masih numpang Pak Dewan,” tuturnya.

Menjawab aspirasi itu, Nazamudin mengatakan, pihaknya datang untuk menyerap aspirasi warga Lelamase dan sekitarnya untuk diperjuangkan dalam program Tahun 2016. Hanya saja, bentuk perjuangan nanti melihat skala prioritas dan ketersediaan anggaran dari Pemerintah Daerah.

“Kami janji akan memperjuangkan keinginan warga Lelamase. Kami minta juga warga untuk bersabar, karena Kelurahan lain juga menginginkan hal yang sama. Namun yang pasti, beberapa item aspirasi yang urgen, akan kami realisasikan,” janjinya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *