Pol PP Ingkar Janji, Razia Kos-kosan Batal

Kota Bima, Kahaba.- Padahal warga dan sejumlah elemen masyarakat Kelurahan Sarae telah berkumpul dan siap untuk bersama – sama merazia Kos-kosan di Kelurahan setempat, secara tiba – tiba dibatalkan oleh Satuan Pol PP Kota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Padahal razia bersama tersebut telah menjadi kesepakatan, guna menindaklanjuti aturan yang telah disepakati bersama pemilik kos, Pemerintah Kelurahan Sarae dan masyarakat setempat.

“Kami mempertanyakan sikap Kasat Pol PP Kota Bima yang membatalkan secara sepihak razia kos-kosan di Kelurahan Sarae. Belum apa – apa sudah ingkar janji,” sorot Ketua Karang Taruna Kelurahan Sarae Rahmad Wildan.

Bagaimana dirinya tidak jengkel, sebab semua orang telah berkumpul di Kantor Kelurahan Sarae, bersama tokoh masayarakat, pemuda, Babinsa maupun Polmas dan Lurah, untuk turun razia, namun secara tiba – tiba dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas.

“Sebelum turun razia juga pihak Lurah telah mendapat informasi dari Kasat Pol PP Kota Bima untuk turun razia Jum’at (6/11) lalu. Razia yang seharusnya didukung, justeru digagalkan sendiri oleh Kasat Pol PP Kota Bima,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 04, Kaharudin. Kata dia, pembatalan sepihak Pol PP sama halnya melanggar komitmen Pemerintah Kota Bima untuk mencegah tindak kriminal, meskipun ditingkat Kelurahan.

“Pihak Pol PP sudah berjanji untuk turun bersama kami, namun tiba-tiba dibatalkan. Inikan sama saja membohongi kami. Kami juga sudah menunggu lama,” gerutunya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Bima Hj. Misbah yang dihubungi via celuller mengaku belum bisa menjawab pertanyaan media, karena lagi rapat. “Saya lagi rapat, jangan telpon, sms saja,” tuturnya. Namun ketika Kahaba.net mengirim SMS untuk klarifikasi berita, Hj.Misbah masih enggan berkomentar.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. YUS

    waaaaddduuuuhhhhh…..tindakan kasat pol pp sangat menyedihkan disaat kota bima ingin membasmi kemaksiatan di kalangan penghuni kos-kosan eh….kegiatan yang harusnya didukung kok malah dibatalin, sikap kasat pol pp perlu ditanyakan, salah juga sih pemkot bima, angkat kasat dari kaum hawa

  2. Raja jalanan

    bahaya ini, saya takut web ini dipolitisasi.
    bahasa dan sebagian komentar terlihat menyudutkan. sudah 2 kali sy membaca berita terkait kasat pol pp dan semuax gk berbobot dan terkesan di atur oleh org yg tidak bertanggung jawab.
    kalau gk ada berita jangan cari2 berita min.
    maaf sy bukan membela.

  3. Raja jalanan

    bahaya ini, saya takut web ini dipolitisasi.
    bahasa dan sebagian komentar terlihat menyudutkan. sudah 2 kali sy membaca berita terkait kasat pol pp dan semuax gk berbobot dan terkesan di atur oleh org yg tidak bertanggung jawab.
    kalau gk ada berita jangan cari2 berita min.
    maaf sy bukan membela.

  4. Tindakan pembatalan sepihak tersebut, semoga bukan sebagai salah satu indikator ketidakmampuan kasat pol pp saat ini dalam menegakkan perda & mmberantas penyakit sosial di kota bima tercinta. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *