Penundaan Pansus Dinilai Tanpa Dasar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota Badan Musyarawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Bima, M Natsir menilai penundaan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait dua persoalan penting tanpa dasar. Bahkan, Natsir menganggap opsi yang diberikan Pimpinan Sidang, Nukrah kepada Anggota Dewan keliru. (Baca. Paripurna Alot, Dua Pansus Gagal Dibentuk)

Anggota DPRD Kabupaten Bima M. Natsir. Foto: Ady

Anggota DPRD Kabupaten Bima M. Natsir. Foto: Ady

“Kalau saya, tidak ada dasar bagi forum ini untuk menunda pembentukan Pansus. Serta tidak ada alasan yang substansial yang bisa dijadikan acuan untuk penundaan,” kata Duta Partai Amanat Nasional ini usai sidang paripurna, Sabtu (23/1) siang.

Menurutnya, hanya ada dua pilihan yang mestinya ditawarkan kepada Anggota Dewan dalam forum pembentukan Pansus. Yakni, dilanjutkan atau dibatalkan sama sekali. Sementara opsi yang ditawarkan tidak tepat sehingga mayoritas mendukung penundaan. (Baca. Pansus Ditunda, Dewan Dinilai tak Mampu Pertahankan Argumentasi)

“Harusnya pilihan itu, dibentuk atau tidak dibentuk. Tetapi harus ada dasar yang dijadikan pertimbangan. Karena amanat dari Paripurna, Banmus memberikan pertimbangan. Pertimbangan itu yang kita tunggu dari tadi dan saya sendiri bagian dari Banmus,” kata Natsir.

Ketua Komisi IV ini berharap ke depan tidak boleh lagi ada hal-hal semacam itu. Sebab, keberadaan Pansus dianggap sangat penting untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah HGU PT Sanggar Agro dan persoalan bibit bawang merah. Hal itu sudah disuarakan beberapa kali oleh masyarakat dengan mendatangi DPRD untuk beraudiensi.

Selain itu lanjutnya, ada juga isu tidak enak yang menggelinding bahwa Anggota Dewan dianggap ikut kecipratan beberapa proyek di Dinas Pertanian. Hanya saja, Natsir tidak ingin menyebut satu persatu siapa Anggota Dewan yang terseret namanya dalam isu tersebut.

Makanya sambung dia, agar persoalan itu terang benderang keberadaan Pansus sangat penting. Sayangnya, keputusan penundaan hingga waktu yang belum ditentukan seakan membuyarkan harapan masyarakat yang ingin menyelesaikan dua persoalan tersebut.

“Forum lain bukan tidak bisa dijadikan saluran, harapan besar itu adalah Pansus dalam rangka membuka persoalan yang ada secara terang benderang dan mempertegas semuanya,” tambah Natsir.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *