Julkifli Hasan Lantik DPW dan DPD PAN Se-NTB

Kota Bima, Kahaba.- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Julkifli Hasan secara serentak melantik Pengurus Harian DPW PAN dan DPD PAN se-Provinsi NTB, termasuk diantaranya DPD PAN Kota Bima. Proses pelantikan dilaksanakan di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Jumat (26/8).

Proses pelantikan DPW dan DPD PAN Se-NTB. Foto: Feri Sofyan (Facebook)

Proses pelantikan DPW dan DPD PAN Se-NTB. Foto: Feri Sofyan (Facebook)

“Pelantikan berlangsung khidmat dan meriah karena hadir langsung Bapak Julkifli Hasan yang melantik,” terang Ketua DPD PAN Kota Bima, Feri Sofyan.

Undangan dihadiri seluruh pengurus DPW PAN dan Pengurus DPD PAN se-NTB. Ditambah para simpatisan PAN. Selain itu, dihadiri Wakil Gubernur NTB, Bupati dan Walikota se-NTB.

Dalam sambutannya kata Feri, Ketua DPP PAN mengatakan bahwa pelantikan merupakan momen penting untuk memberikan legalitas formal kepada pengurus baru. Serta sebagai ajang konsolidasi internal partai agar seluruh kader tetap solid dan bekerja keras membesarkan partai.

Feri Sofyan pose bersama Anggota DPR RI Desy Ratnasarih dan kader PAN lainnya. Foto: Feri Sofyan (Facebook)

Feri Sofyan pose bersama Anggota DPR RI Desy Ratnasarih dan kader PAN lainnya. Foto: Feri Sofyan (Facebook)

“Pak Julkifli Hasan juga berharap kepada seluruh kader agar mengedepankan perjuangan untuk kepetingan rakyat. Kemudian kepada kader yang ada di legislatif agar betul-betul hadir di saat rakyat membutuhkan,” tuturnya.

Ketua DPRD Kota Bima ini menambahkan, pesan penting lain yang disampaikan Ketua DPP PAN agar kader di legislatif mendukung program pemerintah yang pro rakyat, memberikan kritikan dan saran yang konstruktif.

“Kemudian beretika sopan dan santun pada pemerintah bila ada kebijakan yang keliru serta PAN berpolitik tanpa gaduh,” ujarnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *