Pansel Sekda Kota Bima Segera Terbentuk

Kota Bima, Kahaba.- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah mengantongi 6 nama dari 7 nama yang diusulkan untuk menjadi Panitia Seleksi (Pansel) calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima. Dalam waktu dekat, Pansel tersebut pun akan terbentuk.

Kepala BKD Kota Bima, H. Supratman. Foto: Bin

Kepala BKD Kota Bima, H. Supratman. Foto: Bin

“Enam nama telah dikantongi. Tinggal menunggu satu orang perwakilan dari Pemprov NTB,” ujar Kepala BKD Kota Bima, H. Supratman kepada kahaba.net, Selasa (13/9).

Diakuinya, pembentukan Pansel harus segera dilaksanakan, mengingat jabatan sekda saat ini akan berakhir pada 31 Oktober mendatang. Pansel harus segera menyeleksi calon Sekda Kota Bima untuk menggantikan HM. Rum.

“Jabatan HM. Rum tinggal menghitung hari, calon pengganti sekda harus diusulkan kepada kepala daerah sebagai pengganti,” katanya.

Setelah panitia pansel terbentuk, sambung mantan Sekretaris DPRD Kota Bima itu, selanjutnya akan segera diumumkan tahapan seleksi, dan apa saja persyaratannya.

“Siapapun ASN boleh mendaftar. Asalkan sesuai persyaratan dan aturan yang dikeluarkan tim pansel,” bebernya.

Adapun persyaratan secara umum, sebutnya, mengajukan lamaran, memenuhi golongan dan kepangkatan, telah menjabat dua kali sebagai kepala SKPD, memiliki kewibawaan, mampu berkomunikasi dengan baik dengan kepala daerah, ASN dan lainnya.

Setelah seleksi dilakukan, tim pansel akan menyerahkan tiga nama calon sekda kepada Walikota Bima. Yang terpilih, menjadi hak prerogatif kepala daerah

Supratman menambahkan, tim pansel ditargetkan tuntas bulan September. Pansel yang menyeleksi terdiri dari beberapa unsur, seperti akademisi, mantan sekda dan juga dari pejabat ASN.

“Setelah semua proses rampung, dapat dipastikan awal Januari 2017 Kota Bima telah memiliki sekda baru,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *