Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Tidur di Meja Penyidik

Kota Bima, Kahaba.- Orang tua korban pelecehan seksual Hj. Siti Ramlah mengeluhkan lambatnya penanganan kasus pelecehan seksual yang menimpa putrinya, NI (14). Setelah hampir dua bulan dilaporkan ke Polisi, tapi hingga kini oknum diduga pelaku HMS belum diperiksa, apalagi ditahan.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Laporan dugaan tindak pelecehan seksual terhadap putri saya sejak 28 Agustus lalu, hingga kini belum ada kejelasannya. Padahal putrid saya, dan beberapa saksi telah diperiksa, tapi hingga kini pelaku belum juga ditangkapnya,” sorot Hj. Ramlah, Senin (17/10).

Kata Ramlah, laporan dugaan pelecehan seksual tersebut dilakukan karena sudah tidak tahan dengan sikap pelaku, yang sering menghubungi putrinya untuk dimintai bantuan. Sehingga anaknya yang masih polos mengikuti kemauannya, padahal yang terjadi diluar dugaan.

Dari cerita putrinya, sambung Ramlah, sikap mantan guru tersebut sudah kelewat batas. Pelaku menelpon anaknya dengan dalih isterinya mau membayar pulsa, tapi justeru mendapat perlakuan tidak senonoh.

“Putri saya disuruh tidur dipangkuannya, kemudian mengelus rambut dan mencium pipinya sembari memeluk paksa,” ungkapnya.

Setelah mendapat perlakuan tersebut, putrinya mendapat perkataan yang menyindir. Kata kata itu seperti ‘Pernahkah kedua orang tua mencium kamu seperti ini,’ lalu NI menjawab ‘Belum pernah’. Kemudian pelaku mengeluarkan kata-kata ‘orang tua NI itu bodoh’. Atas perlakukan tersebut, keluarga besar melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Saya beserta keluarga hanya inginkan keadilan dan kebenaran, agar hidup putri saya tenang kembali. Lalu menghukum pelaku sesuai dengan aturan, agar tidak ada korban lagi,” inginnya.

Sementara itu Kanit PPA Polres Bima Kota Bripka Syaiful yang dimintai klarfikasi menyatakan belum bisa memberikan keterangan kepada media, karena harus menunggu instruksi dari Kasat maupun Kaur Reakrim selaku pimpinan.

“Penangangan kasus itu masih dalam proses. Tapi untuk lebih lanjutnya bisa hubungi bapak Kasat dan Kaur Reskrim,” tandasnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *